Pastikan Info Pelaksanaan Haji, Konsul Haji Kunjungi Misi Haji Turki

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq February 10, 2021 12:47

Pastikan Info Pelaksanaan Haji, Konsul Haji Kunjungi Misi Haji Turki

Makkah (TUH-KJRI) Konsul Haji KJRI Jeddah Dr. Endang Jumali menggelar kunjungan ke Atase Urusan Agama Turki (11/2). Dalam pertemuan itu, Konsul Haji membahas tentang isu dan perkembangan informasi seputar kemungkinan penyelenggaraan haji pada tahun ini. Pertemuan yang dihadiri juga oleh Pembatu Staf Teknis Haji (P-STH) 1 Agus miroji, dan P-STH 2 Suryo Panilih berlangsung di Makah.

Dalam pertemuan siang itu, Atase Urusan Agama Turki, Yunus Acar mengatakan bahwa Turki tidak mengirim jemaah umrah selama musim pandemi ini, meskipun sekitar 2 sampai 3 juta warga Turki telah disuntik vaksin COVID-19.

Pada penyelenggaraan umrah, pemerintah Turki memiliki kontrak dengan 2 perusahaan transportasi darat di Arab Saudi, yakni Nova dan Qaid. Namun hingga saat ini kedua perusahaan tersebut tidak beroperasi karena terkena sanksi denda dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan belum terselesaikan. Sehingga sampai saat ini, pemerintah Turki masih belum ada kesepakatan untuk menyelenggarakan pelayanan umrah kembali.

Pada kesempatan itu, Yunus acar juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Turki belum menerima pernyataan atau informasi resmi terkait penyelenggaraan haji tahun 2021 ini.

Pada musim haji sebelum pandemi, jemaah haji Turki pada tahun 2019 sekitar 83.000 orang. 60% dibawah pelayaan pemerintah (Diyanat), dan 40% dari perusahaan swasta.

Pihak pemerintah Turki memperkirakan bahwa tahun ini pelaksanaan haji berjalan dengan jumlah jemaah sekitar 40% atau 50% dari kuota asli masing-masing negara, dan pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan mewajibkan vaksin COVID-19. Selain itu juga akan menerapkan tindakan pencegahan dengan social distancing, penyediaan ruang isolasi pada akomodasi jemaah haji, pengurangan kapasitas pada layanan transportasi dan tindakan pencegahan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Konsul Haji Endang Jumali juga menyampaiakan terkait pelaksanaan haji. Dari pihak Indonesia sependapat dengan Turki, bahwa pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan menerapkan protokol kesehatan dan tindakan pencegahan. Namun yang akan menjadi kendala besar adalah keterbatasan waktu dimana sampai saat ini belum ada kepuitusan dari Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi. Pemerintah Indonesia harus melakukan persiapan paling lambat 3 bulan sebelum keberangkatan awal gelombang pertama. Hingga saat ini, jumlah antrian jemaah haji Indonesia sekitar 2 juta orang, dengan masa tunggu yang berbeda di masing-masing provinsi. Dan rata-rata masa tunggunya adalah 15 tahun.(zky/TUH)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq February 10, 2021 12:47
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*