WA Center : Dari Asuransi Kematian Hingga Salinan Paspor

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq September 20, 2018 17:49

WA Center :  Dari Asuransi Kematian Hingga Salinan Paspor

Pelaksanaan musim haji 2018 hampir selesai. Namun layanan pengaduan haji melalui pesan singkat lewat aplikasi WhatsApp masih terus berlangsung.
“Pada fase pemulangan seperti sekarang ini pertanyaan seputar asuransi kematian yang banyak masuk ,”kata Chaerul Ahmad, Petugas WA Center yang ditemui disela-sela tugas di Kantor Urusan Haji Jeddah, Kamis (20/9/2018).
Pertanyaan tentang asuransi kematian itu umumnya datang dari keluarga jemaah haji yang wafat di Tanah Suci.
“Masalah asuransi kematian sebenarnya di luar kapasitas WA Center. Kami hanya bantu menghubungkan penanya dengan instansi yang mengurus masalah tersebut,” ujar Ahmad.
Keluarga jemaah di Tanah Air juga memanfaatkan WA Center haji ini untuk mengetahui jemaah yang sedang dirawat atau jadwal kepulangan, tambahnya.
Setiap hari sejak mulai beroperasi (17/7/2018) WA Center per hari rata-rata menerima 30 sampai 40 pesan.
“Pesan terbanyak masuk pada hari Arafah tercatat 184 pesan,”katanya.
Menurut Ahmad pengguna WA Center bukan hanya jemaah dan keluarganya
tetapi juga pengemudi taksi lokal yang membawa jemaah haji Indonesia.
“Pengemudi taksi lokal umumnya menanyakan lokasi hotel jemaah, ujar dia.
Meskipun pengaduan yang berkaitan dengan pelayanan haji seperti hotel yang kotor, katering yang terlambat, dan informasi jemaah tercecer mendominasi isi pesan, namun sejumlah jemaah menggunakan WA Center untuk menyelesaikan persoalan pribadi mereka.
“Ada jemaah wanita dari Aceh yang menanyakan kepada kami apa dam (denda-red) untuk mereka yang melakukan hubungan suami-istri setelah tahalul pertama,” kata Satriya Anthoni, rekan Ahmad.
Menurut jemaah tersebut dirinya sudah menanyakan masalah tersebut kepada Ketua Kloter tetapi karena Ketua Kloter kurang yakin, dia diminta untuk bertanya juga ke WA Center, kata Anthoni.
“Kami mencoba jawab berdasarkan hukum Islam yang paling dekat dengan situasi jemaah,’kata Anthoni yang sedang menempuh pendidikan S3 di Universitas King Abdul Aziz Jeddah itu.
Juga ada jemaah yang meminta salinan paspor. Jemaah yang bersangkutan telah memesan kamar hotel untuk dinikmati bersama istrinya dan ketika check in, pihak hotel minta paspor, papar Anthony.
“Kami jelaskan kami tidak memegang paspor jemaah,”katanya sambil menahan geli.
Seperti yang diterangkan Ahmad bahwa petugas Wa Center berusaha menjawab semua pertanyaan jemaah setepat dan secepat mungkin.
Untuk itu petugas WA Center bekerja sama dengan petugas Bravo PPIH dan bergabung dengan WA Grup seluruh Seksi pelayanan yang ada di Mekkah, Madinah dan Bandara.
“Misalnya ada pengaduan tentang hotel yang kotor di Madinah, maka pesan tersebut kami teruskan ke Seksi Perumahan Daker Madinah,”katanya.
Sejumlah unit layanan, tambah Ahmad, memberikan respon yang cepat sehingga pengaduan jemaah juga cepat diselesaikan.
“Namun beberapa unit layanan ada yang kurang responsif,” demikian Ahmad.
PPIH Arab Saudi membuka layanan pengaduan jemaah haji melalui WA Center +96650350017 . (dsuita/p-ppih)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq September 20, 2018 17:49
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*