Upaya Peningkatan Layanan Keimigrasian, KJRI Jeddah Berkoordinasi Dengan Imigrasi Arab Saudi.

iyan
By iyan March 5, 2018 13:41

Upaya Peningkatan Layanan Keimigrasian, KJRI Jeddah Berkoordinasi Dengan Imigrasi Arab Saudi.

Jeddah (KUHI) – Dalam rangka peningkatan layanan keimigrasian Jemaah haji Indonesia tahun 2018 M/1439 H dengan pihak Imigrasi Arab Saudi, Konsul Jenderal Republik Indonesia Jeddah Mohammad Hery Saripudin mengunjungi Kantor Wilayah Imigrasi Provinsi Madinah Al Munawwaroh, Rabu (28/2) pukul 10.00 WAS.

Konjen RI didampingi oleh Kepala Kanselerai Rahmat Aming Lasim, Staf Teknis Haji I Ahmad Dumyathi Bashori, Staf Teknis Imigrasi Ibnu Ismoyo dan PF Konsuler 4 Faiz Ahmad Nugroho serta jajaran pegawai setempat KJRI Jeddah. Rombongan disambut oleh Kepala Kantor Imigrasi Madinah Mayjen. (Liwa) Dr. Khalid Muhammad Al Huwaysi dan Kol. (Akid) Hisyam Al Juhaeni selaku sekretarisnya.

Pada kunjungan tersebut, Konjen RI Jeddah Mohammad Hery Saripudin menyampaikan apresiasi kepada imigrasi (jawazat) Provinsi Madinah Al Munawwaroh atas kerjasama dan dukungan yang sangat baik dalam penyelesaian permasalahan WNI di wilayah Madinah serta layanan kepada Jemaah haji Indonesia (JHI, red) dan umrah secara regular.

Pada kesempatan yang sama, Mohammad Hery juga menyampaikan usulan secara khusus untuk upaya peningkatan layanan Jemaah haji Indonesia (JHI, red) pada musim haji tahun ini, diantaranya; informasi/petunjuk berbahasa Indonesia, integrasi sistem biometrik JHI serta penyediaan konter pemeriksaan khusus bagi Jemaah haji lansia saat pemeriksaan imigrasi.

“Jumlah warganegara Indonesia yang melaksanakan haji maupun umrah sebanyak 1.2 juta orang. Apakah bisa saat di bandara atau tempat-tempat keberadaan mereka dipasang papan petunjuk (sign board) berbahasa Indonesia untuk memudahkan WNI?. Dan juga mayoritas Jemaah haji Indonesia sudah lansia dan dengan penyakit risiko tinggi, apakah bisa disediakan konter khusus untuk mereka,” ucapnya saat pertemuan (28/2).

Staf Teknis Haji I Ahmad Dumyathi Bashori menjelaskan bahwa proses keimigrasian, khususnya pengambilan sidik jari, selalu menjadi evaluasi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun sebelumnya.

“Pemerintah Indonesia telah menyerahkan data biometrik kepada Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta untuk mempermudah Jemaah haji saat kedatangan di Arab Saudi dan mempersingkat waktu JHI saat di bandara, tetapi JHI masih juga diambil sidik jari saat di bandara dan ini memakan waktu,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Staf Teknis Imigrasi Ibnu Ismoyo bahwa JHI sudah diambil data biometrik di Indonesia sehingga bisa dimanfaatkan di awal. “jika hal ini bisa dilakukan dan dikembangkan, maka Tim IT Indonesia akan melakukan kerjasama dengan Tim IT Arab Saudi,” ujarnya.

Mayjen. Khalid Muhammad Al Huwayshi secara mendasar menyambut baik hal-hal tersebut dan akan menyampaikan secara resmi kepada Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi (KSA, red) serta akan melakukan rapat dengan pihak-pihat terkait di Bandara Madinah.

Ia menambahkan bahwa sebenarnya Indonesia tidak mengalami kendala-kendala yang berarti jika dibandingkan dengan  Negara lain, bahkan kedatangan JHI di bandara berjalan dengan baik. “tahun lalu kedatangan JHI di Bandara Madinah berjalan dengan baik, dan tahun ini, kita telah melakukan update alat sidik jari (basmah, red) sehingga dapat membaca dengan sangat cepat,” tandasnya.

Di akhir pertemuan, ia menyarankan agar Pemerintah Indonesia, memberikan bimbingan atau simulasi kepada Jemaah haji Indonesia mengenai pengambilan sidik jari untuk mempercepat proses pengambilan sidik jari saat di bandara. (yan/kuh).

iyan
By iyan March 5, 2018 13:41
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*