TUH Menandatangani Kontrak Layanan Transportasi Jemaah Haji

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq May 5, 2019 15:25

TUH Menandatangani Kontrak Layanan Transportasi Jemaah Haji

Jeddah (TUH-KJRI Jeddah) Proses penyediaan layanan untuk jemaah haji Indonesia yang meliputi pemondokan saat di Arab Saudi, layanan konsumsi, layanan transportasi telah sampai pada fase akhir. Setelah penandatangan kontrak layanan pemondokan dan konsumsi beberapa minggu lalu, siang ini (5/5) ditandatangani kontrak kerjasama layanan transportasi.

Perwakilan dari 8 perusahaan pelayanan transportasi jemaah yang akan melayani angkutan antar kota dan salawat (angkutan dari pemondokan ke masjid Al Harom) hadir pada pertemuan penandatanganan kontrak yang dipimpin oleh Pembantu Staf Teknis Haji 1 (P-STH 1) Amin Handoyo, yang juga perupakan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada penyelenggaraan penyiapan layanan jemaah haji musim ini.

Turut hadir dalam pertemuan itu Dirjen PHU Kemenag RI Nizar Ali, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Staf Teknis Haji / Konsul Haji Endang Jumali, serta Pembantu Staf Teknis Haji 2 Suryo Panilih.

Dalam sambutannya, STH Endang Jumali menyampaikan kepada perwakilan perusahaan transportasi agar menyediakan pengemudi bis yang ramah dan juga pelayanan yang baik. Dan apabila ada permasalahan terkait pelayanan transportasi agar tidak segan-segan untuk menghubungi petugas haji baik yang berkantor di Makkah, atau Madinah. “Apabila ada kesulitan dan memerlukan bantuan dari kami silahkan (hubungi kami, red), kami ada kantor di Makkah dan Madinah sehingga kami bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah yang anda hadapi”, kata Konsul Haji.

Konsul Haji juga mengingatkan, bahwa dilarang keras melakukan pemungutan ata penerimaan uang baik bagi jamaah atau atas kerjasama ini. Karena memang selain atas dasar kontrak, tidak ada pungutan uang dan juga tidak mengharapkan apapun dari perusahaan mitra. “Dan kami melarang pungutan dalam bentuk apapun dan kami juga tidak memungut uang. Dan kami tidak mengharapkan apapun dari kalian (gratifikasi, red) dan ini yang kami larang keras”, tegas STH.

Pada kesempatan pertemuan itu Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri (Diryanlu) Sri Ilham Lubis menyampaikan bahwa pada periode ini para petugas haji Indonesia harus bekerja lebih keras karena ada penambahan kuota Jemaah sebanyak 10.000 orang. “Tahun ini ada penambahan kuota jemaah haji Indonesia 10.000 orang, sehingga tahun ini sangat memerlukan kerja keras.” Kata Diryanlu.

Selain itu, Sri Ilham Lubis juga meminta kepada perusahaan agar menyediakan pengemudi yang berasal dari Indonesia sehingga dapat memudahkan Jemaah untuk berkomunikasi. Dan juga menekankan untuk melarang operator bis meminta uang tip kepada Jemaah. “Dan kami minta supir orang Indonesia sehingga bisa mudah berkomunikasi dengan Jemaah. Dan juga anda larang supir bis minta uang tip kepada Jemaah”, Kata Sri Ilham Lubis.

Pada pertemuan siang itu, Dirjen PHU berkesempatan menyampaikan sambutannya. Ia menyampaikan apresiaisi kepada perusahaan transportasi yang telah menjadi mitra dengan pemerintah Indonesia dalam pelayanan Jemaah haji, dan menjalankan tugas sesuai kontrak. Hal ini merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan. “Kami sangat mengapresiasi para mitra perusahaan transportasi yang telah menjalankan tugas sesuai kontrak. Karena hal ini merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kepada Jemaah haji”, pungkas Dirjen PHU.(zaky/hsm/TUH)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq May 5, 2019 15:25
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*