Travel Tidak Melayani Jemaah di Arab Saudi Terancam di Blacklist

admin_kuh
By admin_kuh February 20, 2016 19:03

Travel Tidak Melayani Jemaah di Arab Saudi Terancam di Blacklist

Jeddah (20/02/2016); Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri, peran negara sangat dibutuhkan. Diminta atau tidak negara hadir untuk memberikan perlindungan. Ini juga berlaku bagi jemaah umrah yang berada di Arab Saudi.

Sabtu (20/02) Staf Teknis Haji I Kantor Urusan Haji Indonesia (KUH) di Jeddah Ahmad Dumyathi Bashori berkunjung ke sejumlah rumah sakit di Makkah dan Jeddah. Kunjungan ini untuk memastikan kondisi jemaah umrah yang ada dirawat dilayani. Baik oleh travel maupun rumah sakit.

“Tercatat sejak 18 Februari 2016 ada delapan jemaah umrah yang tertunda kepulangannya disebabkan sakit dan dirujuk ke RSAS King Abdullah Jeddah dan satu jemaah umrah sakit yang dirujuk ke Rumah Sakit King Abdullah Makkah,” ungkap Dumyathi.

Salah satu jemaah umrah sakit yang dijenguk adalah Ibu Asmani Nurin (52) asal Jakarta. Dokter setempat mendiagnosanya menderita penyakit jantung oleh karenanya harus dirujuk ke RSAS King Abdullah for Specialist.

“Kami dengar ada jemaah umroh sakit yang stress…..tidak dibesuk pihak travel untuk sekian waktu, maka kami ingin memastikan bahwa pihak travel membesuk dan mengurus kepulangan mereka bila sudah layak terbang. Alhamdulillah kondisi ibu asmani semakin membaik,” terangnya.

Informasi yg didapat dari Ibu Asmani pihak penyelenggaran FT yg memberangkatkan tidak pernah menjenguk dirinya sama sekali. “Pihak travel tidak pernah datang, yg datang justru bapak ini (M. Syafii) sebanyak tiga kali saat saya dirawat 2 minggu di Jeddah,” tegas bu Asmani dengan nada sedih.

Tidak hadirnya pihak FT  ke rumah sakit diketahui melalui komunikasi WA (WhatsApp) kepada Syàfii yang menduga penyakit Ibu Asmani penyakit menular. “Ada jemaah terjangkit virus mers di RSAS Malik Abdullah Makkah,” jelas Rahimin yg mengklaim perwakilan FT di Makkah kepada M.Syafii.

Pihak KUH tidak mengetahui sumber informasi FT tersebut, yang jelas setelah dikunjungi pihak KUH ternyata hanya terindikasi masalah di jantung yang sudah membaik dan layak untuk diterbangkan kembali ke tanah air.

Pihak FT yg berhasil ditemui KUH membenarkan bila ketidakhadiran mereka di RSAS takut terjangkit penyakit yg diklaim sepihak menular. “Ya pak kami dapat informasi bahwa penyakit bu Asmani menular,” ucap Zen utusan Rahimin kepada KUH.
Seluruh data Ibu Asmani telah diserahkan kepada Zen untuk segera memulangkannya ke Jakarta. “Tolong segera diurus pemulangan ibu segera, karena terlambat, membuat dia depresi,” pinta Ahmad D. Bashori pada Zen.

Diketahui bahwa FT hanya datang ke KUH saat perlu keterangan wafat untuk jemaahnya yg meninggal di tanah suci & saat menghadapi masalah seperti ini.

Saat semua lancar tidak ada pelaporan kedatangan dan kepulangan jemaahnya yg sudah berjumlah hampir 25 ribu dari Januari s.d Februari ini. KUHI berharap ada regulasi tegas yg diberlakukan kepada travel agar benar-benar merawat jemaahnya yg sakit. “Ini negeri orang, travel wajib mendampingi dan intensif memantau perkembangan,” himbaunya. (Slamet Sudiyanto/KUH).

admin_kuh
By admin_kuh February 20, 2016 19:03