Tim Akomodasi Mulai Berburu Hotel Jemaah Haji di Arab Saudi

Hasyim
By Hasyim February 25, 2018 15:35

Tim Akomodasi Mulai Berburu Hotel Jemaah Haji di Arab Saudi

Jeddah (KUHI) — Persiapan operasional haji terus dilakukan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, baik di Tanah Air maupun di Tanah Suci. Terbaru, tim penyedia akomodasi sudah mulai bertolak ke Arab Saudi untuk berburu hotel yang akan menjadi tempat jemaah haji Indonesia, di Makkah dan Madinah .

Tim ini sudah berangkat ke Arab Saudi pada 12 Februari 2018 lalu. Beranggotakan 13 orang, akan bertugas selama 85 hari di Tanah Suci dengan fokus target mendapatkan hotel yang representatif bagi 204 ribu jemaah haji regular yang di kepalai oleh Bapak Rudy Ambary.

Selama bertugas di Arab Saudi, tim akomodasi akan bekerjasama dengan tenaga pendukung yang terdiri dari warga Negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi serta Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal RI di Jeddah. Semuanya akan bekerja sesuai dengan Pakta Integritas yang telah ditandatangani bersama.

Ketua Tim Penyedia Akomodasi, Rudy Ambary menjelaskan bahwa sesuai pedoman penyediaan, akomodasi haji harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain: hotel harus memiliki akses yang baik untuk transportasi bus shalawat dan akses distribusi katering. Selain itu, hotel juga harus memiliki lobby yang luas, serta ada masjid, restoran, dan fasilitas lainnya.

“Melihat perkembangan yang ada pada tahun ini salah satunya dengan diberlakukannya pajak pada akomodasi,  maka sebaran wilayah Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisah, Aziziyah, dan Mahbas Jin, dengan merujuk pada standar yang ada, yaitu standar jarak, standar kwalitas dan yang lebih penting lagi adalah standar harga, artinya bagaimana mendapatkan jarak yang dekat, dengan kwalitas yang baik dan harga yang terjangkau” terang Rudi melalui sambungan telepon, Minggu (18/02).

Menurut Rudi, strategi awal yang akan dilakukan tim adalah mengontrak kembali (repeat order) sejumlah hotel yang dinilai memberikan layanan yang baik pada musim haji tahun lalu. Dan tidak menjadi jaminan kalau repeat order  akan disewa kembali melihat kondisi yang ada pada saat ini. Tim ini sudah melakukan identifikasi awal dan sedikitnya sudah ada sekita 119 hotel dengan kapasitas 181.089 jemaah yang akan di-repeat order.

Pada tanggal 23 November 2017, pemerintah Arab Saudi melalui lembaga pajak General Authority of Zakat end Tax mengumumkan kenaikan pajak termasuk layanan hotel sebesar 5% yang sudah diberlakukan mulai 1 Januari 2018. Hal ini menjadi pertimbangan dalam menetapkan pagu anggaran penyewaan akomodasi di Arab Saudi.

“Angka-angka ini semuanya masih bersifat estimasi, karena maih ada tahapan verifikasi dokumen, cek fisik gedung, dan negosiasi atas kebijakan baru yang di tetapkan oleh Arab Saudi” imbuhnya.

Rudi mengakui bahwa kembali normalnya kuota haji bagi seluruh Negara pengirim jemaah akan menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan akomodasi. Menurutnya, hukum supply and demand akan berlaku dalam proses pencarian akomodasi seiring bertambahnya jemaah haji tahun ini.

Tantangan yang sama juga akan dihadapi dalam proses penyediaan hotel jemaah haji Indonesia di Madinah. Apalagi pertumbuhan hotel jemaah di Markaziyah Madinah, tidak sebanyak di Makkah. “Tim kami harus gerak cepat untuk mencari akomodasi di sana, tidak harus menunggu penyediaan di Makkah selesai. Proses di dua tempat ini akan dilakukan secara simultan,” ujarnya.

“Kita lihat perkembangannya di Makkah, kalau sudah jalan dengan baik, kita bisa melakukan penyediaan di Madinah. Tinggal dibagi tugasnya nanti,” tambahnya. (hsm/kuh)

Hasyim
By Hasyim February 25, 2018 15:35
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*