Lagi, Teknis Haji KJRI Jeddah Bantu Pulangkan Pasien Umrah

Hasyim
By Hasyim December 13, 2017 17:43

Lagi, Teknis Haji KJRI Jeddah Bantu Pulangkan Pasien Umrah

Jeddah (KUHI) – Setelah sukses memulangkan pasien jemaah haji Indonesia pasca operasioanl haji tahun lalu, Teknis Haji KJRI kembali membantu memulangkan pasien jemaah umrah yang berhasil dipulangkan adalah jemaah umrah asal Yogyakarta.

Adalah Is jemaah umrah yang berangkat menggunakan travel JTJ mendadak merasakan sesak nafas ketika akan melaksanakan solat Zuhur di masjid Qisosh, daerah Balad Jeddah. Melihat kejadian itu, Is langsung di larikan ke Rumah Sakit Khalid Idris. “Kondisi beliau saat itu begitu kritis, sesak nafas sehingga kami mengambil inisiatif untuk membawa beliau ke Rumah Sakit terdekat”, ujar Ustdz R yang ikut mengantar beliau ke Rumah Sakit.

Ketika Is sudah berada di RS, perwakilan travel JTJ mendapat telpon dari pihak RS yang meminta travel agar menyediakan uang sebesar 1815 Riyal Saudi. “Saya diminta uang sebanyak 1815 Riyal Saudi oleh RS”, ungkap PA perwakilan travel JTJ ke kantorurusanhaji.com.

PA membeberkan bahwa setelah selama 4 hari dirawat di RS, dia kembali mendapat telpon dari pihak RS agar membayar uang sebanyak 23.254 riyal, setara dengan 81 juta rupiah. “Mereka kembali minta uang ke saya sebanyak 23 ribu riyal untuk biaya pengobatan dan perawatan Is”, imbuhnya.

Setelah diminta uang, PA langsung melaporkan hal itu ke provider yang mengeluarkan visa jemaah umrah tersebut. “Saya disarankan agar menghubungi staf Teknis Haji KJRI Jeddah”, terang PA. Akhirnya PA mengikuti saran tersebut dan segera melapor ke Teknis Haji.

Melihat tagihan RS yang begitu besar, Teknis Haji menyarankan agar Is dipindahkan ke Rumah Sakit Pemerintah (Kerajaan), namun pihak RS menolak dengan alasan pasien akan memburuk kondisinya. “Kami minta Is dipindahkan ke RS Pemerintah karena kondisi beliau agak membaik, namun pihak RS tidak bersedia, nanti kalau memburuk kondisinya, siapa yang tanggungjawab, disamping itu kami sudah menelpon 5 RS pemerintah, namun ke 5 RS tidak ada yang bersedia menerima”, ungkap PA.

Mendengar laporan itu, Pegawai Teknis Haji M. Syafei langsung menghubungi RS. King Fahd yang berada di kawasan el Hamra Jeddah. “Saya menghubungi RS King Fahad Jeddah dan minta kamar untuk perawatan jemaah umrah, dan ternyata pihak RS siap menerima, jadi nggak benar bahwa RS pemerintah nggak mau menerima pasien jemaah umrah”, jelas Syafei.

Hari berganti hari, namun pihak RS tetap tidak bersedia memindahkan Is ke RS pemerintah hingga tanggal 11 Desember kemarin. Bahkan pihak RS kembali meminta uang biaya pengobatan dan perawatan dari tanggal 2 Desember sampai 11 Desember sebesar 32.897 Riyal Saudi/115 juta rupiah.

Terkejut mendapat tagihan RS yang begitu besar, PA kembali melaporkan hal itu ke Teknis Haji KJRI Jeddah. Selanjutnya Teknis Haji Jeddah melalui M. Syafei melakukan negosiasi dengan pihak RS. Setelah negosiasi yang begitu alot, akhirnya biaya pengobatan dan perawatan dapat dipangkas menjadi 15 ribu Riyal Saudi. Setelah menerima uang sebesar 15 ribu Riyal Saudi, akhirnya pihak RS mengizinkan Is keluar RS. Tanggal 12/12 kemarin Is pulang ke Indonesia dengan didampingi salah seorang dokter. (kur/kuh)

Hasyim
By Hasyim December 13, 2017 17:43
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*