Staf Teknis Haji Akhiri Masa Tugas Dengan Sederet Prestasi

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq September 20, 2018 10:37

Staf Teknis Haji Akhiri Masa Tugas Dengan Sederet Prestasi

Dr Ahmad Dumyathi Bashori MA mengakhiri masa baktinya sebagai Staf Teknis Haji I KJRI Jeddah yang sehari-hari memimpin kantor  Urusan Haji dengan sederet prestasi.

Kementerian Agama Arab Saudi selama dua  tahun  berturut-turut 2015 dan 2016 memberi penghargaan kepada Misi Haji Indonesia sebagai penyelenggara pelayanan haji yang paling baik dalam mengatur jemaahnya.

Menteri Urusan Haji Saudi bahkan secara eksplisit  mengapresiasi jemaah haji Indonesia karena dinilai tertib dan taat terhadap aturan di Saudi.

Saat musim haji 2015 diwarnai peristiwa Mina yang menelan banyak korban meninggal, termasuk 125 jemaah haji Indonesia dan 5 warga negara Indonesia (WNI) yang sedang bekerja di Arab Saudi. Peristiwa yang terjadi pada 24 September ini terjadi karena jemaah yang akan menuju ke tempat lempar jumrah (jamarat) berdesak-desakan di Jalan Arab 204 Mina.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Otoritas Bandara AMAA Madinah  yang menilai Indonesia sebagai negara terbaik dalam mengorganisasi jemaah haji sehingga tercepat pengurusannya, sejak jemaah keluar dari pesawat sampai meninggalkan bandara.

Berbagai surat apresiasi atas kerjasama yang baik dari berbagai pihak selalu diterima Dumyathi setiap kali usai operasional musim haji.

Komitmen dan kerja keras Dumyathi dalam memberikan pelayanan haji juga diakui oleh para mitra kerjanya di Arab Saudi yakni

Muassasah Asia Tenggara yang ada di Makkah maupun Muassasah al Ahliyah al Adilla di Madinah.  Muassasah adalah lembaga di luar Pemerintah yang mendapat kewenangan penuh dari Saudi untuk mengurus jemaah. Kedua lembaga ini  melayani hal ihwal jemaah yang terkait dengan dokumen, pemondokan, katering transportasi darat, dan lainnya.

 

 

 

Ketua Muasassah Mutawifi Asia Tenggara bahkan menggelar malam perpisahan untuk melepas Dumyathi .

Ketua Majelis Muasassah Asia Tenggara Amin Indragiri  dalam malam perpisahan yang berlangsung di Mekkah itu   mengatakan Dumyathi telah mencuri hati mereka.

Kepedulian dan komitmen Dumyathi dalam memenuhi tanggungjawabnya  sebagai ketua Misi Haji Indonesia telah mencuri hati para partner kerja dari Arab Saudi,” kata Indragiri.

Pemahaman yang dalam tentang budaya masyarakat Arab diperkuat dengan kemampuan berbahasa Arab yang fasih tampaknya menjadi kekuatan Dumyathi dalam memecahkan kesalahpahaman yang kerap terjadi  selama pelaksanaan pelayanan haji.

Dumyathi pun tidak segan-segan untuk datang langsung menemui mitra kerjanya itu  jika memang hanya cara itu yang dianggap dapat menyelesaikan kesalahpahaman.

Seperti yang terjadi pada periode pemberangkatan jemaah haji Gelombang I tahun 2018 dari Madinah ke Mekkah yang terhambat karena adanya kesalahpahaman antara seorang petugas haji dengan pihak Muasassa Adilla di Madinah.

Kepiawaian Dumyathi dalam bernegosiasi akhirnya dapat mencairkan ketegangan yang sempat terjadi. Dan pemberangkatan jemaah dari Madinah ke Mekkah menjelang fase puncak haji di Armuzna berjalan lancar kembali.

Sebagai Staf Teknis I KUH  Dumyathi bertugas mengkoordinasi persiapan pelayanan haji, memimpin operasionalisasi pelayanan haji dan mengevaluasi pelaksanaan pelayanan haji.

Dumyathi berada dibelakang kelahiran  Sistem Komunikasi Petugas Haji Terpadu (SISKO PPIH)  yang diperkenalkan tahun 2016 dan disempurnakan menjadi Bravo PPIH sejak tahun 2017.

Sistem komunikasi ini mempunyai kemampuan yang sangat diperlukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat operasional, yaitu: kemampuan memetakan tugas, tanggung jawab dan lokasi petugas secara sistematis dan komprehensif, kemampuan mengendalikan dan mengkoordinasi dari posko, dan monitoring posisi dan lokasi riil petugas lapangan berbasis GPS dan Google Maps.

Prestasi lain yang dicapai Dumyathi saat memimpin KUH adalah perbaikan kualitas  tenda jemaah haji Indonesia di Arafah, pembagian jumlah jemaah Gelombang I dan II menjadi lebih proporsional, membangun hubungan yang harmonis dengan pihak Muasassah dan renovasi sejumlah sarana di kantor KUH.

Dumyathi lahir di Tanjung Lubuk, Sumatera Selatan, tanggal 6 Januari 1970.

Tahun 1996, Dumyathi menyelesaikan kuliah di bidang Bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam di Al Markaz al Islam Manshora  di kota Lahore, Pakistan.

Tiga tahun kemudian  tahun (1999) , gelar Master of Arts (MA) diraihnya dari American University of London, Inggris dengan thesis berjudul “The 21st Century Indonesia, an Islamic Paradigm.”

Tahun 2009, Dumyathi meraih gelar “Doktor”  dari Universitas Negeri Syarif Hidayatullah  setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Konsep Moderasi (Al- Wasathiyyah) dalam Pemikiran Politik Yusuf Qhardawi”.

Sebelum   diangkat sebagai Staf Teknis Haji I KJRI Jeddah tahun 2014, Dumyathi adalah Kepala Jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis ,Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Pada saat menjabat Kepala Jurusan itu Dumyathi dipercaya Kementerian Agama RI untuk  memimpin penelitian tentang pemberdayaan Kantor Urusan Haji menuju institusi pengelola haji yang  mandiri di masa depan. Penelitian tersebut juga mengkaji kerjasama Kemenag dan Islamic Devolopment Bank (IDB) dalam pembayaran dam dan hewan kurban.

Keberhasilan Dumyathi memimpin penelitian tersebut tampaknya  menjadi pijakan Kemenag mempercayakan ayah lima putera dan puteri untuk memimpin Kantor  Teknis Urusan Haji di Jeddah. (dsuita/p-ppih)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq September 20, 2018 10:37
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*