Persiapkan Tambahan Kuota Jemaah Haji, 3 Menteri Berkoordinasi di Arab Saudi

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq April 29, 2019 20:28

Persiapkan Tambahan Kuota Jemaah Haji, 3 Menteri Berkoordinasi di Arab Saudi

Makkah (TUH – KJRI Jeddah) Untuk mempersiapkan pelaksanaan operasional penyelenggaraan haji, 3 Menteri terkait menyelenggarakan koordinasi di Arab Saudi. Menko PMK Puan Maharani beserta Menteri Agama RI Luqman Hakim Syaifuddin dan Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek duduk bersama di wisma Haji Makkah bersama Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi guna membicarakan kesiapan penyelenggaraan pelayanan kepada jemaah dan persiapan untuk penambahan 10.000 kuota jemaah haji Indonesia.

Pada pengantar pembukaan rapat, Menko PMK menyampaikan bahwa pada pertemuan tersebut akan dibahas persiapan untuk pelayanan dengan penambahan kapasitasnya sesuai penambahan kuota, dan telah ada solusi terkait dengan penambahan anggaran sekitar 350 miliar. Menurut Menko PMK telah mendapat laporan dari Menag, bahwa kita telah mempersiapkan mulai dari hotel, transportasi, hingga konsumsi.

” Pada rapat koordinasi ini akan dibahas dan masukan tentang hal-hal apa saja yang mungkin masih menjadi halangan terkait penambahan 10.000 kuota Jemaah haji. Dan saya sudah mendapat laporan dari Menag bahwa telah disiapkan hotel, transportasi, dan konsumsi untuk quota 10.000 tersebut, dan masih menjadi kendala terkait dengan penambahan dana subsidi pemerintah untuk penambahan quota tersebut yang besarnya kurang lebih 350 miliar yang dibutuhkan. Namun laporan dari hasil rapat RDP antara pemerintah dan DPR RI Komisi 8, insya Allah sudah ada solusinya dan tinggal alokasi dari Kemenkeu”, tutur Menko PMK.

Seperti yang disampaikan Menko PMK, penambahan jumlah itu adalah untuk Jemaah haji regular dengan pembagian komposisinya. “Dan hal-hal yang bisa kita diskusikan bersama dalam rakor ini, bahwa 10.000 penambahan kuota itu adalah untuk jemaah haji regular, 25% untuk lansia, 25% untuk pendampingnya, dan 50% sisanya untuk mengurangi masa tunggu”, kata Puan.

Pada kesempatan di pertemuan itu, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin memaparkan persiapan yang telah dilaksanakan. Memastikan bahwa persiapan yang telah dilaksanakan telah sesuai dengan program dan 8 poin inovasi yang telah dicanangkan. Dalam pemaparannya Menteri Agama nyampaikan bahwa persiapan layanan untuk jemaah haji reguler kuota awal (204.000 jemaah, red) telah dirampungkan. Dan juga persiapan untuk penambahan quta 10.000 sudah hampir selesai.

Senada dengan yang disampaikan oleh Menko PMK, Menteri Agama juga menyampaikan tentang prioritas pada penambahan quota Jemaah, yakni 2500 untuk lansia. Bukan lagi dilihat dari yang paling dulu daftar, akan tetapi dilihat dari usia yang paling 2. Kemudian 2500 selanjutnya untuk pendampingnya, dan 5000 sisanya untuk yang berada pada urutan pertama.

“Betul seperti yang disampaikan oleh Ibu Menko bahwa 10.000 itu kita prioritaskan 25% yang artinya 2500 untuk lansia tidak dilihat dari yang pertama kali melakukan setoran awal, tetapi yang paling tua. Lalu 25% lagi yaitu 2500 untuk pendampingnya. Tinggal 5000 sisanya itu untuk yang berada urutan pertama dalam masa tunggu Jemaah di masing-masing provinsi. Sehingga jumlah kloter kita kalua taun lalu ada 511, maka tahun ini akan menjadi 528 karena aka nada tambahan 17 kloter”, kata Menteri Agama.

Selain itu, Menteri agama juga menyampaikan inovasi baru dalam manajemen penempatan perumahan Jemaah, yakni system zonasi. Jemaah akan di tempatkan berdasarkan asal daerah sesuai dengan embarkasinya. Hal ini untuk mempermudah koordinasi dan pelayanan yang lebih baik.

“Kalau selama ini penempatan Jemaah itu berdasarkan undian perkloter, sekarang yang diundi itu adalah embarkasinya sehingga meskipun berbeda kloter kalua satu provinsi itu pasti akan ditempatkan pada hotel-hotel yang berdekatan karena pada satu wilayah yang sama. Jadi ini untuk memudahkan koordinasi, juga memudahkan untuk petugas kita dalam hal Bahasa. Sehingga dengan sistim zonasi ini petugas kita juga disesuaikan dengan asal daerahnya”, kata Lukman.

Begitupun Menteri Kesehatan menyampaikan terkait persiapan pelayanan kesehatan kepada Jemaah Haji. Menteri kesehatan mencanangkan program pemeriksaan dini kepada Jemaah melalui jejaring dari Dinas kesehatan seluruh provinsi.

“Kami bersama kementerian agama dan MUI melibatkan program pemeriksaan dini kepada Jemaah dengan jejaring Dinas Kesehatan di seluruh provinsi, dan juga melakukan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, serta komunikasi yang baik sehingga tahu kondisi sejak dari tanah air, karena untuk kesehatan ini sangat sensitive, karena yang sakit selalu menjadi sorotan”, kata Menteri Kesehatan.

Disampaikan juga bahwa, kementerian kesehatan menjalankan pemeriksanaan dan pembinaan terkait istitho’ah. Diharapkan Jemaah haji mampu secara fisik, tidak hanya mampu secara keuangan saja.” Pemeriksaan dan pembinaan istitha’ah, saya kita ini sudah berjalan dengan baik, mudah-mudahan dapat terus dilanjutkan. Karena kita menginginkan Jemaah haji ini sehat dalam fisik, tidak sehat dalam kemampuan keuangan saja”, kata Menkes.(zaky/TUH)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq April 29, 2019 20:28
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*