Pembongkaran Mataf mengejar batas waktu Sebelum Ramadhan

Slamet Sudiyanto
By Slamet Sudiyanto April 19, 2016 10:59

Pembongkaran Mataf mengejar batas waktu Sebelum Ramadhan

Makkah (KUHI) — Proyek perluasan tempat tawaf (mataf) di Masjidil Haram sudah memasuki tahap final. Jembatan sementara mataf yang melingkari Ka’bah

 mulai dibongkar sejak April 2016. bahkan, sampai hari ini lebih dari 50 persen  jembatan ini sudah dibongkar.

“Kondisi per hari ini sudah lebih 50 persen proses pelepasannya,” ungkap Staf Teknis 3 Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Ahmad Jauhari Menurutnya, meski posisi jembatan yang dilepas berada pada area utama tempat tawaf di Masjidil Haram tidak menghentikan aktivitas  jemaah untuk beribadah.

“Pada saat pelepasan ring mataf, aktivitas umrah tetap berjalan. Hanya untuk wilayah yang dilepas dan terdapat alat berat disterilkan dan ditingkatkan keamanannya dari lalu lalang jemaah,” jelasnya.

Kepala Komite Teknis Mataf di Umm Al Qura University, Faisal Wafa seperti dikutip  dari Arab News, Rabu (13/04/2016) lalu, mengatakan bahwa jembatan semi permanen ini akan dibongkar sampai 20 Sya’ban demi mengejar batas waktu pekerjaan Mataf, yaitu pada bulan Ramadhan. “Pekerjaan akan dilakukan sepanjang hari,” ungkapnya

Faisal menambahkan, proses pembongkaran dilakukan dengan tetap memastikan keamanan di Masjidil Haram, baik keamanan pekerja maupun  jamaah yang sedang berumrah. Menurut Faisal, pihak keamanan masjid, pertahanan sipil, Komite Teknis Umm Al Qura dan kontraktor, terus melakukan koordinasi satu sama lain. “Koordinasi dilakukan demi memastikan keamanan secara menyeluruh,” ucap dia.

Ketua Umum Pengurus  Dua Masjid Suci, Syekh  Abdul Rahman Al Sudais menjelaskan, jembatan tersebut sudah tidak diperlukan karenakan proyek perluasan Mataf telah rampung.  Kepada jamaah lansia, penyandang disabilitas, dan jamaah yang mengandalkan kursi roda, As-Sudais mengimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan dengan memperhatikan rambu-rambu yang ada di Masjidil Haram. “Mereka dapat mengikuti pedoman dan petunjuk yang berlaku,” tuturnya. (Slamet/KUH).

 

Slamet Sudiyanto
By Slamet Sudiyanto April 19, 2016 10:59
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*