Mengenal Wakaf Habib Bugak Asy

Slamet Sudiyanto
By Slamet Sudiyanto July 30, 2016 09:37

Mengenal Wakaf Habib Bugak Asy

Bismillahirrahmanirrahim

Salah seorang hartawan dan dermawan aceh Tgk Haji Habib Bugak mewakafkan sebuah rumah di Qusyaisiyah (waktu itu antara marwah dan masjid Haram, sekarang sudah berada didalam masjid, dekat pintu bab al fatah)

Menurut akta ikrar wakaf yang disimpan dengan baik oleh nazhir, wakaf tersebut di ikrarkan oleh habib bugak asy pada Tahun 1224H (sekitar Tahun 1800M) didepan hakim Mahkamah Syariyah Makkah. Didalamnya disebutkan bahwa rumah tersebut diwakafkan untuk penginapan orang Aceh yang datang dari Aceh untuk menunaikan ibadah haji, serta orang Aceh yang menetap di makkah, sesuai dengan daya tampung rumah tersebut.

Sebagai nazhir beliau menunjuk salah seorang ulama Asal aceh yang telah menetap di Makkah, yang dapat dia wariskan secara turun menurun. Nazhir diberi hak untuk memilih siapa yang akan menempati rumah ini, dan diberi hak untuk menyewakan sebagiannya untuk biaya mengelolaan dan perawatannya.

Waktu perluasan masjidil haram Tahun 50 an, rumah tersebut masuk kedalam proyek, diberi ganti rugi oleh pemerintah Arab Saudi dan Nazhir membeli penggantinya dua buah rumah di Jiyad Bir Balilah sebuah dekat pintu masuk terowongan jiyad dan sebuah lagi didepan Hotel Syuhada, dan tetap ditempati Jemaah haji asal Aceh serta mahasiswa asal Aceh yang belajar dimakkah.

Sejak Tahun 1980 an ketika system pengelolaan haji berubah dari system syeh menjadi system muassasah, rumah wakaf ini tidak lagi ditempati asal Aceh.

Pada tahun 1420H (1999M) Nazhir Syeh Abdul Ghani Bin Mahmud Bin Abdul Ghani Asy (generasi ke empat pengelola wakaf ) mendapat pengukuhan sebagai nazhir dari mahkamah syar’iyah makkah. Sejak ini beliau berusaha agar jamaah haji aceh mendapat manfaat dari rumah ini dan beliau juga mencari investor untuk mengembangkan tanah wakaf ini, menjadi hotel yang reprensentatif. Namun beliau wafat tahun 1424H (2004M) sebelum usaha ini berhasil tugas Nazhir dilanjutkan oleh sebuah tim dibawah pimpinan anak beliau Munir Bin Abdul Ghani Asy (generasi ke 5) serta Dr. Abdul Latif Baltho.

Alhamdulillah dengan usaha yang gigih dari Nazhir dan pemerintah propinsi aceh sejak gubernur Hadi Toyib (yang melakukan hubungan formal pertama), sampai gubernur Musthafa Abu Bakar sekarang (yang menerima kedatangan rombongan nazhir di banda aceh dan menandatangani MoU), serta dukungan menteri agama Indonesia (maftuh basyuni) dan menteri haji arab Saudi, maka pada musim haji tahun 1427H ini, nazhir wakaf habib gugat asy akan menggani uang sewa rumah Jemaah haji asal aceh selama di makkah sebesa sewa yang telah dibayar pemerintah Indonesia kepada pemilik rumah, yang besarnya berkisar antara SAR 1.100, s.d. SAR 2.000.

Dapat kami tambahkan seperti telah disebutkan diatas, nazhir dengan bantuan investor, sekarang ini sedang membangun dua buah hotel diatas tanah wakaf tersebut : sudah bernama ilaf masyair ajyad (hotel jiyad 25 lantai, 500 meter dari masjidil haram) dan sebuah lagi hotel ramadha(menara jiyad 28 lantai 600 meter dari masjidil haram) kedua hotel ini dilengkapi dengan pertokoan, lapangan parker,mushola, ruangan-ruang rapat, dan akan dapat menampung sekitar 7000 jemaah pada setiap musim haji.

Investor akan menguasai dan mengelola hotel ini selama 20 tahun dan baru setelah itu menyerahkan kepada nazhir, yaitu pada tahun 1448H, 2028M.

Semoga Jemaah haji aceh yang telah mendapat manfaat dari wakaf ini bersyukur dengan tulus, menjaga silaturahim dengan nazhir serta berdoa agar waqif mendapat pahala berlimpah atas amal jariyah yang telah ditanam sejak 200 tahun yang lalu dan Alhamdulillah sampai sekarang masih kita nikmati hasilnya serta berdoa untuk nazir agar tetap mampu mengelola dan mengembakan wakaf ini sesuai dengan syarat waqif, kita juga berdoa agar ada orang kaya aceh sekarang yang bersedia menyisihkan hartanya sebagai waqaf guna kesejahteraan generasi aceh yang akan datang, baik ditanah aceh ataupun ditempat lain. Kami juga berharap uang yang ibu/bapak terima ini akan dimanfaatkan dengan baik, paling kurang sebagian daripadanya akan disedekahkan untuk amal jariyah bapak/ibu masing-masing. Amin.

Makkah almukarromah 8 desember 2006M,17 Zulqo’dah 1427H.

Utusan pemerintah propinsi aceh :

Dr. Al Yasa’ abu bakar;

Dr. Azman Ismail MA.

Slamet Sudiyanto
By Slamet Sudiyanto July 30, 2016 09:37
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*