Liku-liku Perburuan Tim Akomodasi di Makkah

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq March 8, 2018 14:55

Liku-liku Perburuan Tim Akomodasi di Makkah

Makkah (KUH-KJRI) Aktifitas tim penyiapan akomodasi perumahan untuk Jemaah haji Indonesia, telah berjalan efektif memasuki minggu ke empat dari sejak kedatangannya (12/2). Seperti yang telah dilansir dalam portal berita ini pada berita yang bertajuk “Tim Akomodasi Melakukan Verifikasi Berkas Hotel Baru di Arab Saudi” minggu lalu, tim penyiapan akomodasi telah menerima berkas penawaran dari hotel penyedia baik yang repeat order maupun hotel baru (musim lalu tidak dipakai, red) dari hasil hunting selama 3 pekan ini dengan membuka loket penerimaan penawaran di kantor daerah kerja (daker) Makkah.

Dari konfirmasi divisi verifikasi data tim penyedia akomodasi minggu lalu (2/3), telah masuk berkas penawaran sebanyak 162, dari penyedia hotel yang musim lalu dipakai, dan dari hasil hunting.” Data yang masuk sudah 162 berkas penawaran, terdiri dari 119 hotel yang repeat order dan 43 dari hasil hunting hingga hari ini (2/3)”, terang Zulkarnain Nasution (44) saat melakukan pengecekan berkas di loket penerimaan penawaran.

Pada kesempatan yang sama, Zulkarnain juga menyampaikan bahwa sebagian besar dari berkas yang masuk tersebut telah memenuhi kualifikasi dan dilanjutkan ke proses berikutnya. “Dari 162 berkas yang masuk itu, 140 diantaranya telah memenuhi kualifikasi, yakni minimal ada data tasrih dan foto hotel yang ditawarkan. Untuk hotel baru terlebih dahulu penyedia mengirimkan penawaran dengan melampirkan tasrih dan foto gedung. Maka selanjutnya tim akan melihat gedung tersebut secara langsung untuk memastikan posisi gedung dan kelayakannaya. Dan bilamana dianggap layak, proses selanjutnya tim akan meminta si pemilik atau penyewa gedung untuk mendaftar dengan melengkapi persyaratan lainnya. Selanjutnya dokumen gedung tersebut setelah terdaftar akan kita verifikasi keabsahannya. Setelah semua dokumen divalidasi dan dinyatakan dapat dilanjutkan maka proses selanjutnya adalah Tim kasfiyah akan meng-kasyfiyah ke gedung tersebut” paparnya dengan menunjukkan data di komputer yang digunakan petugas di loket.

Namun pada prakteknya, proses penerimaan penawaran dari penyedia hotel tersebut tidak selalu mulus. Seperti yang diceritakan Zulkarnain pada kesempatan yang sama, bahwa perlu ketelitian dalam penerimaan penawaran untuk membuktikan bahwa kita memproses data dari pihak yang berwenang. “Dari penawaran yang masuk itu akan kita cek lagi kebenaran data dan yang menawarkan, apakah penawaran ini dari calo atau lainnya, dan kemudian akan kita beri tanda. Satu hotel bisa jadi ada 3 pihak yang menawarkan, baik secara perorangan atau perusahaan. Disinilah kita harus pintar menyeleksi, siapa yang sebenarnya punya hak kuasa (untuk menyewakan, red)”, paparnya.

Saat dikonfirmasi apakah pernah terjadi percobaan praktek penipuan kepada petugas, pelaksana pelayanan akomodasi haji Subdit Akomodasi Haji Direktorat PelayananHaji Luar Negeri ini menyatakan sudah beberapa kali ada usaha tindak penipuan kepada petugas. “Kalau percobaan itu (percobaan penipuan, red) sudah berkali-kali kita tidak bisa hitung. Selama periode ini sudah ada 3 kali percobaan mengelabuhi petugas, itupun kita mengetahui langsung, oh ini tidak mungkin dia (pihak penawar yang sah, red)”, ujarnya.(KUH/Zky)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq March 8, 2018 14:55
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*