Lagi Lagi Jemaah Umrah Terlantar Di Arab Saudi

Hasyim
By Hasyim May 9, 2018 16:42

Lagi Lagi Jemaah Umrah Terlantar Di Arab Saudi

Jeddah (KUHI) – Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI kembali mendapat laporan jemaah umrah yang tertunda pulang. Jemaah umrah asal Makasar ini mengalami permasalahan sejak keberangkatannya dari Indonesia. Dengan beberapa kali ketidaksesuaian agenda pemberangkatan, mereka tetap melanjutkan perjalanan ke tanah suci karena tekat ibadahnya dan masih mempercayai itikad baik yang masih tampak pada awalnya.

Rombongan jemaah yang berjumlah 17 orang ini, berangkat menggunakan maskapai Lion Air JT. 0284 tiba di Madinah, dengan perusahaan Travel PT. Star Group Utama (Star Zamalik Tour) pemiliknya Hj. SR. Menurut keterangan dari Muhammad Jufri (37) salah satu jemaah dari rombongan tersebut, seharusnya mereka berangkat pada tanggal 14 April. Namun, mengalami beberapa kali masalah pemberangkatan sehingga tertunda sampai tanggal 26 April.

“Awalnya kami dijanjikan berangkat pada tanggal 14 April, tapi saat kami diberangkatkan dari makasar ke Jakarta tidak juga diberangkatkan, sehingga nginap 2 hari di Jakarta, kemudian diberangkatkan ke Malaysia tanggal 21 April, saat di Malaysia sebagian dari jemaah kami sudah tidak lagi ingin berangkat melanjutkan umrah, karena 5 hari kami di Malaysia tidur di bandara dan paspor kami ditahan (sandra) oleh pihak travel agar tidak bisa balik ke Indonesia, Namun perusahaan travel tersebut masih mengenakan tambahan biaya pada saat pemberangkatan. Besaran biaya tambahan tersebut beragam, dari17 orang, dikenakan Rp 3 juta sampai dengan Rp. 5 juta. Akhirnya kami terpaksa melanjutkan terbang ke Arab Saudi walaupun perasaan kami sudah tidak nyaman lagi takut terlantar saat ibadah di Arab Saudi. Ternyata tiket kepulangan kami tidak ada sehingga kami menginap di 3 hari apartemen Jeddah, dan jemaahpun banyak yang sakit”, ujar Jufri dan jemaah saling keluh kesah kepada tim penanganan umrah KUH KJRI Jeddah.

Staf Teknis Haji (STH) I Ahmad Dumyathi Bashori mengutus tim penanganan umrah menyempatkan hadir mengunjungi jemaah umrah tersebut di tempat transit sementaranya, untuk memastikan jemaah dalam kondisi baik, lalu untuk memberikan arahan bahwa penting untuk perusahaan travel yang akan digunakan berizin resmi.

“Kedepan yang perlu dipastikan adalah travelnya itu punya izin atau tidak. Kalau tidak punya izin kesulitan itu akan ada. Mau referensinya dari siapa kita harus tau travel itu punya izin atau tidak. Kalau tidak punya izin tidak punya kekuatan hukum. Maka pada akhirnya, pemerintah itu akan memastikan siapa yang memberangkatkan, travel apa, ia punya izin atau tidak, kalau tidak punya izin tidak ada jeratan yang pasti”, ucap STH I KUH KJRI yang biasa disebut Konsul Haji di wilayah Arab Saudi kepada Media KUH.

Pada kesempatan yang sama, Konsul Haji juga menyampaikan kepada media KUH upaya yang bisa dilakukan oleh timnya dan pihak pemerintah untuk menyelesaikan kasus tersebut. Serta menginformasikan hak bagi jemaah umrah ketika melaksanakan agenda ibadahnya ke tanah suci.

Dengan demikian, ketika jemaah datang kesini harus dipastikan aman, aman akomodasinya aman transportasinya, aman kateringnya. Kalau 3 hal ini tidak aman maka akan diberikan sanksi oleh kementerian haji Arab Saudi.(hsm/kuh)

Hasyim
By Hasyim May 9, 2018 16:42
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*