Kurangi Masa Tinggal Jemaah Haji di Bandara, Kemenhaj Arab Saudi Inisiasi Terobosan Baru

iyan
By iyan December 20, 2017 20:52

Kurangi Masa Tinggal Jemaah Haji di Bandara, Kemenhaj Arab Saudi Inisiasi Terobosan Baru

Jeddah (KUHI) – Penyelenggaraan haji tahun lalu terbilang sukses. Bahkan bisa dikatakan tersukses dalam sejarah penyelenggaraan haji dari tahun-tahun sebelumnya. Sebutlah penambahan kuota Jemaah haji dunia yang terbilang fantastis, namun tidak ada kendala besar yang terjadi.

Namun demikian, masih saja menyisakan “pekerjaan rumah” bagi Arab Saudi (tuan rumah, red) dalam perbaikan layanan tamu-tamunya. Salah satunya masalah waktu keberadaan Jemaah haji saat di bandara yang memakan waktu cukup lama.

Mengatasi masalah tersebut,  Staf Teknis Haji I Ahmad Dumyathi Bashori mengunjungi Direktur Kantor Cabang Kementerian Haji Bandara Haji Jeddah, Marwan Husni Al-Sulaimani, hari ini Rabu (20/12) pukul 11.00 WAS. Dalam keterangannya banyak faktor yang melatarbelakangi masalah tersebut.

“ada banyak faktor yang membuat keberadaan Jemaah haji menjadi lama saat di Bandara, diantaranya; masalah imigrasi, tidak menggunakan kain ihram saat kedatangan dan banyak yang lainnya,” terang Marwan saat pertemuan berlangsung (20/12).

Ia menambahkan, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama instansi terkait akan menginisiasi terobosan-terobosan baru pada penyelenggaraan haji tahun ini, khususnya masalah waktu tinggal Jemaah haji yang memakan waktu lama saat berada di Bandara Haji.

“nantinya akan dilakukan ujicoba mesin pembaca paspor (semacam mesin edc, red) yang bisa digunakan scan paspor saat di bus, tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Uji coba ini akan dilakukan saat dilaksanakan workshop instansi Arab Saudi terkait haji dalam waktu dekat. Bahkan kita berencana membuat kartu identitas Jemaah haji laksana paspor yang memuat semua data Jemaah haji secara komprehensif, sehingga membuat segala urusan menjadi lebih mudah dan cepat,” pungkasnya.

Hal demikian diamini oleh Ahmad Dumyathi agar Jemaah tidak lagi berlama-lama tinggal di Bandara haji saat kedatangan, karena mayoritas Jemaah haji Indonesia secara khusus adalah Jemaah lansia maupun Jemaah risiko tinggi (risti) yang butuh proses cepat agar tidak berdampak pada kesehatan mereka. (yan/kuh)

iyan
By iyan December 20, 2017 20:52
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*