KPHI Minta Gladi Bersih Armina

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq August 13, 2018 00:48

KPHI Minta Gladi Bersih Armina

Ketua Komite Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Muhammad Samidin Nasyir mendesak PPIH Arab Saudi segera mensosialisasikan dan melakukan gladi bersih rencana operasional pelayanan haji selama di Armina.

“Tidak cukup hanya teori tetapi harus dipraktekan dilapangan, harus ada gladi bersih sehingga petugas paham better apa yang menjadi tanggungjawabnya”, kata Nasyir usai bertemu pimpinan Daker Mekkah, Senin.

Menurut KPHI secara konsepsional rencana operasional pelayanan hari Armina sudah lebih bagus dibanding tahun sebelumnya.
“Mudah-mudahan implementasi dilapangan sesuai dengan yang diharapkan,”kata Nasyir.

Pertemuan dihadiri Ketua Daker Mekkah Endang Jumali Dan Kasotop Armina Jaetul Mukhlis, anggota KPHI, para Kepala Seksi Daker Mekkah.

Pertemuan tersebut, ujar Nasyir juga dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan mengklarifikasi temuan-temuan KPHIi di lapangan. “Shingga ke depan ada.persaman persepsi untuk melangkah bagaimana melayani jamaah dengan lebih baik, katanya.

Ketika ditanya temuan krusial yang telah ditemukan KPHI, Nasyir menjawab temuan yang ditemukan timnya itu adalah residu temuan dari pelaksanaan haji di tahun-tahun sebelumnya.

Misalnya tentang persiapan tenda tenda Mina, masalah teknis di lapangan dan perlindungan jemaah, jelas Nasyir.
“Space tenda dinMina yang hanya 0.8 – 0.9 meter perorang perlu diantisipasi dengan keberadaan sektor ad-hoc. Kan ada solusi bagaimana caranya agar tenda di Mina tidak terlalu padat.” kata Nasyir.

KPHI juga menemukan adanya penyalahgunaan ruangan di pemondokan haji, ungkap Nasyir.
“Ada ruangan di pemondokan No. 608 yang semestinya digunakan sebagai ruang pendistribusian konsumsi tapi digunakan untuk berjualan bakso,” katanya.

Temuan tersebut sudah dilaporkan ke Seksi Pemondokan Daker Mekkah dan KPHI mengharapkan pihak Daker mengambil tindakan tegas
“Saya sudah konfirmasi dan tidak cukup mengirim surat peringatan saja tetapi harus diambil tindakan lain misalnya memberi sanksi kepada pemilik hotel karena ruangan itu merupakan space yang sudah disewa”, katanya.

Perlindungan jemaah haji di Mesjid Haram pada hari nahar dan hari tasyrik juga menjadi perhatian KPHI.
“Alhamdulillah sudah ada penambahan petugas. Tetapi apakah itu sudah memadai harus kita lihat dilapangan,” katanya.

KPHI dalam pengawasan terhadap penyelengaraan haji melakukan dua mekanisme yaitu pengawasan strategis daan pengawasan teknis.(Dsuita/P-PPIH)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq August 13, 2018 00:48
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*