Kemenag Kembali Terima Laporan Pengaduan Dugaan Penipuan Umrah

admin_kuh
By admin_kuh June 2, 2016 19:44

Kemenag Kembali Terima Laporan Pengaduan Dugaan Penipuan Umrah

Jakarta (02/03/2016); Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan travel umrah yang tidak berizin dan melakukan penipuanterhadap calon jamaah umrah

ke Bareskrim Polri. Salah satu yang dilaporkan adalah travel umrah Kafilah Rindu Ka’bah.

Kepala Seksi Pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Kemenag Denny Fathurahman menerima laporan dari korban yang telah mengalami penipuan oleh travel umrah tersebut secara langsung di Gedung Sasana Amal Bakti, Jakarta, Rabu (02/03/2016).

Menurut Denny, banyak kasus penipuan yan telah dilaporkan terkait travel tersebut. “Travel ini memiliki izin di Kementerian Pariwisata tetapi tidak memiliki izin resmi dari Kementerian Agama, korbannya pun sudah banyak,” ujar dia.

Travel tersebut telah menerima pendaftar calon jamaah umrah sebanyak 5.000 calon jamaah, tetapi baru memberangkatkan sebanyak 2.700 calon jamaah. Sementara, sisa jamaah yang belum berangkat masih belum menemukan kejelasan.

Sebelumnya dua orang penyidik dari Bareskrim mendatangi Kemenag untuk menerima laporan pengaduan dari Subdit Umrah. Kemenag dan korban penipuan umrah telah melaporkan read more at travel tersebut.

Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Muhajirin Yanis, mengapresiasi masyarakat yang berani melaporkan penipuan penyelenggaraan umrah pada kepolisian.

Hal itu menunjukkan publik sadar bahwa selama ini banyak travel abal-abal yang mengintai dan menjadikan mereka korban.

“Artinya Gerakan Nasional Lima Pasti Umrah yang diluncurkan Juni 2015 lalu memiliki dampak signifikan. Kami sangat apresiasi hal ini,” kata Yanis, Senin lalu (08/02/2016).

Yanis menyebutkan, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) terus mengantisipasi terjadinya penipuan travel umrah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengintensifkan koordinasi dengan pihak kepolisian daerah di daerah rawan penipuan. Diantaranya Jawa Barat, Sulawes

i Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, Riau, Kepri, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan DKI Jakarta. Kami akan langsung turun ke bawah.

“Lusa kita mulai berangkat ke Makassar koordinasi dengan polda, menemui korban penipuan umrah dan sekaligus membuka pameran umrah,” kata Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis, di Gedung Sasana Amal Bhakti, Kamis (02/03/2016).

Koordinasi intensif ini, lanjut Yanis, dalam rangka mengoptimalkan sinergi yang sudah ada dengan pihak kepolisian dalam memberantas dan menertibkan travel-travel dan oknum nakal. “Menteri Agama, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, dan Irjen Kemenag sudah mengintruksikan agar fokus dalam pencegahan, penertiban, dan penindakan terkait umrah agar masyarakat terlindungi,” tegasnya.

“Jika dibiarkan dan tidak ditertibankan, travel umrah nakal akan jadi masalah besar. Masyarakat harus berani mengadukan ke polisi. Travel dan oknum nakal ini musuh kita bersama,” tambahnya. (ar/kuh)

admin_kuh
By admin_kuh June 2, 2016 19:44