Kehangatan keluarga KUH disela kesibukan mempersiapkan operasional haji

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq January 11, 2018 11:18

Kehangatan keluarga KUH disela kesibukan mempersiapkan operasional haji

 

Jedah KUHI – Sebungkus tamis (sejenis roti. red) beserta ful-nya (sejenis saus dari kacang-kacangan) yang dibawa Pak Ali begitu terasa istimewa ketika disantap bersama kawan-kawan seperjuangan untuk menu sarapan ‘spontan’ di serambi belakang Kantor Urusan Haji pagi ini. Futur(sarapan dalam bahasa Arab) yang merupakan swadaya kawanan seperantauan ini menemani obrolan santai namun sarat dengan makna dan pelajaran untuk memompa semangat dan meningkatkan kualitas kinerja para pelayan tamu Allah ini.

Tak seperti Biasanya, pagi ini (11/01) menjelang berangkat ke kantor dimana para karyawan memacu prestasi dalam rangka mengemban amanah dari para calon tamu Allah ini, mendapat siraman spiritual dari para senior dan ahli dibidangnya. Mulai dari tentang sejarah bgaimana kantor ini didirikan dan dibangun sampai saat ini, hingga tentang pengembangan teknologi IT sebagai wujud inovasi untuk efisiensi dan mengoptimalkan kinerja petugas haji.

Pada kesempatan yang berharga Itu, Pak Sarman yang merupakan pegawai paling senior diantara yang hadir Pada jamuan sarapan sederhana itu bercerita tentang sejarah bagaimana kantor ini dibangun dan dibesarkan, dan bagaimana budaya-budaya positif yang dikembangkan dalam lingkungan kerja di kantor ini. Beliau juga menyampaikan tatacara, alurkerja beberpa bagian divisi, dan bagaimana Kantor Urusan Haji ini bekerja. Tak hanya itu saja,Jumari, man behind the screen, developer program aplikasi yang di terapkan di kantor urusan haji ini juga bertutur bagaimana Dr Dumyathi mengarahkan dan mebuat inovasi-inovasi terkait pemanfaatan teknologi IT sehingga terciptalah aplikasi yang bermanfaat dan sangat membantu para petugas haji saat bekerja. Dan Pak Ali menceritakan bagaimana pengalamannya mendampingi mentri dan pejabat kemenag lainnya saat bertugas ke arab saudi.

Suasana guyub dan penuh makna itu tak selalu datang begitu saja, karena saat pra-operasional dan penyelenggaraan haji meraka akan sibuk dengan tugasnya masing-masing hingga lupa waktu makan dan bahkan rela jam istirahat mereka berkurang. Itu semua mampu mereka lakukan karena keyakinan akan jargon yang selama ini mereka banggakan, “melayani tamu Allah adalah kehormatan dan kebanggaan bagi kami”.(zky/kuh)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq January 11, 2018 11:18
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*