Kecelakaan Tunggal Merenggut Nyawa Jemaah Umrah

Hasyim
By Hasyim February 27, 2018 11:37

Kecelakaan Tunggal Merenggut Nyawa Jemaah Umrah

Jeddah (KUHI) Teknis Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) (26/2) kembali membantu proses penanganan suami istri jemaah umrah asal Indonesia dari serpong tangerang yang mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Khulaish sekitar 150 KM dari kota Jeddah. Kecelakaan terjadi saat perjalanan dari Madinah menuju Makkah pada pukul 15.20 WAS. Kedua korban saat kecelakaan dengan menggunakan mobil sedan taxi illegal tipe Corolla no Polisi 9842 XHJ Model 2016 warna putih yang di sewanya. Menurut korban, kejadian kecelakaan saat supir mendadak membantingkan setir kearah kanan untuk menghindari bus dihadapannya. Namun dengan kecepatan 130KM /jam, supir tidak dapat mengontrol kendaraannya, sehingga kendaraan terguling dan menewaskan IFA (inisial) 66 tahun, kelahiran Sukabumi selaku istri dari suami inisial APK (inisial) 66 tahun, kelahiran Bandung.

Mendapat kabar adanya kecelakaan yang menimpa 2 jemaah Umrah, Staf Teknis Haji I KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Bashori menugaskan tim investigasi untuk mengunjungi jemaah umrah yang tengah dirawat di Rumah Sakit Khulaish. Perjalanan ke lokasi  di damping oleh salah satu mukimin arab Saudi  Ahmad Baharuddin.

Saat tim satgas umrah telah hadir di Rumah Sakit, Tim menghibur suami dari istri yang wafat saat kecalakaan agar diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.

“Iyah pak, In sya Allah, saya sabar dan ikhlas serta ridho lillahi taala istri saya diambil sama Allah dalam keadaan niat umrah dan menggunakan kain putih (busana umrah), yang saya ingat dari kejadian ini istri saya teriak Allah..Allah sehingga istri saya terpental keluar dari mobil, dan saya masih terjepit karena duduk di depan dan istri saya duduk di belakang, yang keluar pertama kali dari mobil adalah supir yang membantu istri saya, kemudian setelah saya terlepas dari himpitan mobil, baru datangi dan mentalqinkan istri saya karena nafasnya sesak” ujar APK sambil menangis karena tidak menyangka perjalanan menuju baitullah merenggut nyawa istrinya.

Tamu Allah ini kerja di Negara Kuwait sudah hampir 10 tahun, setiap tahun umrah bersama istrinya semenjak tahun 1995 sampai kini, beliau tenaga ahli yang terampil di bidang geologi dan perminyakan di Negara tersebut, dalam masa akhir jabatannya bulan Maret 2018 akan kembali ke Tanah Air dan sebelum kembalinya ke Indonesia yaitu melakukan umrah bersama istrinya. Almarhumah dibawa kepemandian Al Muhajirin di Makkah lalu di sholatkan Makkah Al Mukarramah dan dimakamkan di Syar’iyah Mekkah.

“Kami kenal baik dengan Bapak APK saat di Kuwait karena beliau sesepuh WNI disana dan sering berkumpul di masjid Indonesia Al Hasanah, dan kebaikan beliau berserta istri subhanallah bisa dirasakan oleh WNI di Kewait” Ucap Ahmad yang pernah tinggal di Kuwait sebelum ke Arab Saudi.

Dengan kejadian ini Dumyathi selaku STH I menyampaikan “Agar setiap Jemaah yang menjalankan ibadah umrah agar tetap waspada dan sebaiknya tidak menggunakan taxi yang illegal, karena sering melampaui batas maksimal kecepatan yang ditetapkan”. Ujarnya.(hsm/kuh)

Hasyim
By Hasyim February 27, 2018 11:37
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*