Kawal Jemaah Umroh Terlantar, Petugas KUH KJRI Akhirnya Berhasil Antarkan Pulang

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq March 31, 2018 09:08

Kawal Jemaah Umroh Terlantar, Petugas KUH KJRI Akhirnya Berhasil Antarkan Pulang

Jeddah (KUH-KJRI) Kasus penelantaran jemaah umroh kembali terjadi. Kali ini yang menjadi korban adalah para jemaah asal Sumatera Barat. Hingga sore tadi (30/03)  tindakan prosedur penyelesaian masih dijalankan oleh petugas Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI.  Dan para jemaah telah bersiap dibandara untuk keberangkatan ke tanah air setelah permasalahan diselesaikan.

Jemaah umroh yang diketahui berjumlah total 84 orang ini harus rela bertahan tinggal di wilayah Arab Saudi dengan keterbatasan fasilitas dan bahkan dengan mengeluarkan biaya sendiri. Seperti yang ceritakan Muhammad Syafi’i Hasyim, petugas divisi penanganan kasus Umroh Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI yang telah menerima informasi dan kemudian ditugaskan oleh Staf Teknis Haji (STH) 1 Ahmad Dumyathi Bashori untuk menanganinya sejak hari Rabu (28/03) lalu.

“Ketika mendapat informasi ada jemaah kita yang bermasalah di hotel Makkah, kami usahakan secepat mungkin meninjau langsung ke lokasi. Namun karena sedang badai pasir kami baru sampai di Makkah setelah 3 jam perjalanan, biasanya perjalanan Jeddah – Makkah hanya 1 jam atau kurang”, tutur Syafi’i. “Ada jemaah yang menyampaikan kepada saya, bahwa mereka menanggung biaya makan sendiri sejak 2 hari lalu. Dan kamar dikunci oleh pihak hotel karena pihak travel belum melunasi (biaya sewa hotel, red), ada sebagian jemaah yang akhirnya sampai tidur di lorong-lorong antar kamar hotel”, lanjutnya.

Disampaikan pula oleh Putra (25),  tour leader yang di tunjuk oleh PT BMP untuk menghandle 1 rombongan jemaah dari Padang yang beranggotakan 39 orang. Sesuai dengan jadwal perjalanan, rombongan pada awalnya tidak ada masalah dari sejak take off tanggal 22 dari Indonesia, kemudian bergerak ke Madinah pada hari Jumat (23/03). Setelah 5 hari di Madinah kemudian jemaah diarahkan ke Makkah yang rencananya untuk agenda umroh dan tinggal di kota suci tersebut selama 5 hari. Namun, masalah mulai muncul sejak 2 hari sebelum kepulangan, pintu kamar hotel dikunci oleh pihak hotel.

“ Untuk hari-hari pertama sampai ke Madinah kami aman-aman, terus di Makkah sampai 3 hari pertama kita aman, kendalanya ketika 2 hari mau pulang. Kalau untuk tiket kita aman semua, tiket sudah di boking sudah aman semua. Kemudian pihak hotel mengunci kamar jemaah, seharusnya kita di sana 5 hari. Tapi sepertinya pihak hotel itu hanya menggertak saja. Kalau kita mau dikeluarkan pasti barang-barang kita juga akan dikeluarkan”, ujar putra saat ditemui tim media KUH KJRI di bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Jemaah yang dihendel oleh PT BMP yang beroperasi di Jl. S. Parman No. 179 Kelurahan Ulak Karang Selatan Kecamatan Padang Utara Kota Padang Sumatera Barat, akhirnya diketahui oleh petugas ada 3 rombongan yang saat ini diantarkannya dan sampai di Arab Saudi. Yang pertama berjumlah 39 orang dari Padang, 45 orang dari Palembang, dan 40 orang lagi dari daerah minang dan sekitarnya. Jemaah tersebut tinggal di hotel Elaf Jiad, dan 40 orang lagi yang baru diketahui petugas (selain yang 84 orang, red) di hotel Riana.

Jemaah yang tinggal di hotel Riana, seharusnya mengikuti jadwal penerbangan ke tanah air pada hari Rabo, namun karena peliknya permasalahan diakhir agenda mereka, maka jemaah tidak ada persiapan ke bandara dan mengakibatkan tiket yang telah dipesan hangus. Namun beruntung karena pihak muassasa (provider visa) Balu Baid menanggung segala kekurangan biaya dan direncanakan akan diberangkatkan kembali ke tanah air pada hari ahad (1/04).

Perusahaan travel yang memberangkatkan jemaah tersebut mengklaim bahwa telah bekerja sama dengan Sagadif muassasa (perusahaan) yang berkedudukan di Arab Saudi untuk penyediaan visa. Namun fakta dilapangan tidak demikian. Dalam proses investigasi untuk penyelesaian masalah tersebut, telah dilakukan penelusuran oleh Syafi’I dan diperoleh informasi bahwa visa tersebut diperoleh dari Balu Baid. Dan proses penyelesaian pun dilanjutkan dengan Balu Baid.

“Kami telah menghubungi pihak muassasa untuk menanyakan duduk permasalahannya. Awalnya kita menerima informasi dari pihak travel bahwa perusahaanya bekerja sama dengan Sagadif, namun setelah kami konfirmasi ternyata tidak demikian. Sagadif bekerja sama dengan Balu Baid untuk penyediaan visa umroh, dan PT BMP mendapatkan visa jemaahnya dari Balu Baid. Dan Alhamdulillah pihak Balu Baid sangat kooperatif untuk menyelesaikan masalah, dan pihaknya akan bertanggung jawab setelah mendapat konfirmasi dari pimpinan perusahaan”, papar Syafi’i.

Pada kesempatan yang sama Syafii’I juga menyampaiakan bahwa PT BMP belum menyelesaikan pembiayaan yang ditagih oleh pihak hotel sebesar 84.000 SAR. Yang akhirnya mengakibatkan manajemen hotel memutuskan untuk mengunci kamar klien travel tersebut karena tidak sesuai dengan perjanjian.

“Hotel yang digunakan jemaah dikunci oleh pihak hotel karena ada biaya yang belum dilunasi. Pihak hotel telah menagih sejumlah 84.000 SAR atau setara dengan sekitar Rp. 300 juta-an. Pihak travel sama sekali belum membayar, hanya dengan jaminan tour leader dan muthowwifnya saja”, ujar Syafi’i.

Kemudian Syafi’I juga menyampaiakn sudah ada konformasi dari pihak muassasa pada hari kamis kemarin (29/03), bahwa pihak muassasa akan menanggung biaya pembelian tiket pulang jemaah. Dan 40 jemaah yang tinggal di hotel Riana dipindahkan ke hotel Manar Asy Syuruq sementara proses pemulangan yang direncanakan hari ahad terus berjalan. Dan akhirnya pihak muassasa pun juga menyampaikan, untuk pemulangan jemaah yang berjumlah 84 orang tidak ada masalah,karena sudah dilunasi semua kekurangan biaya dan telah diselesaikan.

“Sebelum maghrib kamis kemarin (29/03) ada konfirmasi dari pihak muassasa (Sagadif) dan juga Balu Baid bahwa mereka akan menanggung pembelian tiket pulang jemaah yang berjumlah 40 orang. Kemudian setelah Isya, 40 orang jemaah tersebut yang tinggal di hotel Riana akan dipindahkan ke hotel Manar Asy Syuruq. Dan tadi pagi (30/03), ada konfirmasi lagi dari pihak muassasa bahwa pemulangan jemaah yang berjumlah 84 orang sudah tidak ada masalah, karena kekurangan biaya akan dilunasi dan akan diselesaikan”. pungkas Syafi’i setelah meyelesaiakn tugasnya di KUH. (KUH/Zky)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq March 31, 2018 09:08
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*