Jemaah Umrah Sakit Akan Pulang Dengan Posisi Baring

Hasyim
By Hasyim April 25, 2018 16:41

Jemaah Umrah Sakit Akan Pulang Dengan Posisi Baring

 

Jeddah (KUHI) – Teknis Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) hari ini (25/4) kembali membantu proses pemulangan jemaah umrah atas nama Zainal Arifin (65) No Paspor B 8416433 asal Tuban Jawa Timur. Jemaah umrah yang in sya Allah akan dipulangkan ke tanah air tersebut telah dinyatakan layak terbang oleh rumah sakit dengan mendapatkan izin dari Medical Information Form (MEDIF) yang dikeluarkan pihak berwenang dan sekaligus menjadi syarat kelaikan terbang untuk maskapai Saudia Airlines (22/04).

Jemaah umrah asal Tuban  yang berangkat menggunakan biro jasa PT. Sutra Tour Hidayah  dengan paket ibadah umrah 9 hari berangkat dari Bandar Udara Internasional Juanda yang terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, 20 km sebelah selatan Surabaya. Dengan menggunakan maskapai Saudia Airline SV 2077 menuju tanah suci Madinah tanggal (12/02/2018) lalu. Namun karena mengalami sakit keras, ZA tidak bisa pulang bersama rombongannya yang dijadwalkan kembali ke tanah air (23/02). Ia dirawat di Rumah Sakit Al noor Makkah semenjak 22 Februari 2018 sampai sekarang (25/04).

Staf Teknis Haji I KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori mengutus tim penanganan kasus umrah untuk menanyakan ke tim medis yang diketuai oleh dr. Muhammad Khan mengenai kondisi ZA. Dari keterangan tim medis, ZA sudah layak terbang. “Alhamdulillah pasien (ZA) sudah membaik dan sudah bisa diterbangkan ke tanah air”, ujar dr. Muhammad Khan salah seorang staf Rumah Sakit Al Noor di Makkah.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Teknis Haji mengawal langsung untuk kepulangan jemaah umrah tersebut menghubungi perwakilan travelnya untuk segera memproses kepulangan ZA sesuai dengan permintaan Rumah Sakit seiring dengan kondisinya yang sudah membaik.

Awalnya akan diterbangkan pada tanggal (1/05) dengan maskapai Saudia Airline SV 814  Namun pemulangan ZA tidak mudah, karena kondisinya  baring sehingga harus menggunakan Tempat tidur di pesawat atau stretcher case. “ Kami informasikan penerbangan Zainal Arifin pada tanggal 1 Mei dengan flight SV 814 dinyatakan penuh lalu kami rebooking skedul ke tangga 7 mei dengan menggunakan flight SV 816”, ucap pegawai Saudi Airline by telepon kepada tim penanganan kasus umrah Syafi’i.

Diketahui, kesulitan pemulangan jemaah sakit dengan posisi baring di atas terjadi sebab hanya maskapai Saudia yang menyediakan fasilitas stretcher case, mengingat jamaah yang sudah dinyatakan sehat dan layak terbang dengan MEDIF (MEDICAL INFORMATION) dari rumah sakit pemerintah Saudi Arabia akan kembali sakit yang bisa berakibat fatal disebabkan jadwal keberangkatan ke tanah air yang begitu lama. (hsm/kuh)

Hasyim
By Hasyim April 25, 2018 16:41
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*