Jemaah Haji Overstay Gunakan Visa Bisnis Pulang Ke Tanah Air

Hasyim
By Hasyim November 15, 2016 17:57

Jemaah Haji Overstay Gunakan Visa Bisnis Pulang Ke Tanah Air

Jeddah (KUHI) – Setelah 45 hari overstay di Saudi Arabia, 8 orang jemaah haji dari 10 orang akhirnya diberangkatkan ke tanah air (13/11) dengan maskapai Etihad. Pemulangan dilakukan setelah mereka membeli tiket secara individual dengan jaminan pihak pendamping akan mengganti tiket tersebut. “Alhamdulillah 8 orang jemaah telah dipulangkan,” ucap pak Amin seorang mukimin yang bantu proses penampungan dan pemulangan jemaah.

Ke 8 jemaah diketahui KUHI-KJRI Jeddah bermasalah kesulitan kembali ke tanah air setelah tiket yang mereka miliki ternyata tidak berlaku lagi sebab visa yang mereka pegang yaitu visa bisnis berakhir pada tanggal (24/09), sehingga keberangkatan mereka ditolak dibandara.

Dalam keterangan yang didapat website KUHI  mereka diberangkatkan oleh Travel RTT melalui agen marketing yang berharap untung 10 persen dari $ 12.500 USD.  “Kami berangkat dengan ajakan agen marketing RTT dengan tarif $12.500”, ucap salah satu jemaah yang tidak ingin disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi kepada jemaah soal peran travel dalam proses pemulangan mereka. Jemaah hanya menjawab tidak ada. “Tidak ada bantuan yang diberikan,” lanjut jemaah yang sebagian besar merupakan jemaah usia tidak muda lagi. Diinformasikan 2 jemaah lainnya masih dalam tahap proses imigrasi Arab Saudi, dan di rencanakan akan di pulangkan pada hari selasa (15/11) dengan maskapai Garuda.

Pihak travel dianggap tidak bertanggung jawab karena tidak adanya pendamping yang menyertai jemaah. Demikian dengan tiket pulang yang diberikan juga melampaui batas waktu yang dijanjikan selama 28 hari. Sampai hari ini keberadaan mereka di Saudi sudah 75 hari sampai dengan hari ini dengan fasilitas akomodasi dan makan seadanya.

Visa ke 10 jemaah terlantar ini dinyatakan ilegal karena berangkat dengan menggunakan visa bisnis di mana salah satu statusnya sebagai direktur. Padahal mereka hanya orang  tua yang berprofesi sebagai wirausaha bahkan diantara mereka juga ada yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Berhaji menggunakan visa sejenis biasanya disebut dengan haji furada (individu).

Saat dikonfirmasi kepada Muassasah Asia Tenggara, salah satu dari pengurusnya menjelaskan bahwa Muassasah tidak memfasilitasi visa bisnis seperti dalam kasus yang menimpa 10 WNI di atas.

Pada dasarnya haji furada pada dasarnya difasilitasi Muassasah di Arab Saudi, akan tetapi fasilitas pelayanan yang diberikan oleh Muassasah jauh dibawah standar yang dijanjikan oleh travel atau agent pemasaran haji furada ini, dibandingkan biaya besar yang telah mereka keluarkan (hsm/kuh)

Hasyim
By Hasyim November 15, 2016 17:57
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*