Jamaah Umroh Terkapar di Rumah Sakit Makkah Tanpa Pendampingan

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq January 16, 2018 17:44

Jamaah Umroh Terkapar di Rumah Sakit Makkah Tanpa Pendampingan

 

Makkah (KUHI) – Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah kembali tangani kasus yang dialami oleh Jemaah Umroh dari Indonesia. Kali ini adalah seorang pria paruh baya yang bernama A. Balelo Callakeng dari Desa Pitungpidange, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Hingga sore ini (16/1) bapak A. Balelo masih dirawat di rumah sakit King Faisal di Makkah tanpa didampingi pihak travel yang memberangkatkannya ke Saudi Arabia.

Informasi ini sampai kepada tim media KUH KJRI Jeddah setelah tim koresponden KUH KJRI Jeddah yang bertugas di wilayah Makkah melaporkan insiden yang dialami jamaah tersebut kepada Konsul Haji Ahmad Dumyathi Bashori.

Tim korespondensi terkait pelayanan haji dan umroh khususnya di rumah sakit di kawasan Makkah semula dihubungi pihak RS Syisya tempat jamaah tersebut dirawat. Dari informasi via telpon tersebut berhasil menghimpun beberapa keterangan ada jemaah umroh Indonesia yg sedang dirawat di sana. Koresponden KUH yg tidak mau disebutkan namanya mendatangi RS tersebut dan didapat keterangan langsung jemaah bahwa mengalami tindak kejahatan pencurian disertai dengan tindak penganiayaan. Hal ini dibuktikan dengan pengakuan kehilangan barang-barang berharga yang saat itu dibawa, dan luka-luka yang diderita di beberapa bagian tubuh korban. Ironisnya, korban yang merupakan klien dari sebuah perusahaan travel umroh yang beroperasi di daerah Jakarta ini tidak mendapat pendampingan di rumah sakit dan upaya penyelesaian yang selayaknya.

Salah satu data informasi berharga yang disampaikan koresponden dari Makkah ini adalah video wawancara singkat dengan korban berdurasi 2 menit 45 detik yang dikirim via whatsapp. Pada wawancara singkat itu korban mengatakan, “Saya dibawa ke sini (rumah sakit, red) oleh jemaah lain yang juga dari Indonesia. Saya dikeroyok setelah Sya’i, saya didorong seseorang dan dikeroyok kemudian mereka menghilang”, ujarnya. Saat ditanya barang apa saja yang hilang, korban hanya menyampaikan kehilangan tanda pengenal dan pada saat itu kebetulan tidak membawa uang.

Dikonfirmasi oleh Ahmad Dumyathi yang tengah melakukan kunjungan kedinasan di kota Madinah bahwa, “Berita itu (insiden pengeroyokan jamaah umroh, red) telah saya terima dari koresponden kita di Makkah. Yang kita sayangkan, kenapa perusahaan travel yang seharusnya bertanggungjawab terhadap kliennya tidak mengupayakan penyelesaian misalnya dengan melapor ke kita (KUH KJRI Jeddah, red)”, tuturnya. Konsul Haji yang baru saja melakukan kunjungan ke kantor Kementrian Urusan Islam Dakwah dan Bimbingan, pemerintah kerajaan Arab Saudi di kota Madinah ini kemudian menyampaikan akan segera kembali ke Jeddah, dan insya Allah besok (Rabu 17/1, red) akan melakukan kunjungan ke rumah sakit tempat korban dirawat.

“Dengan rilis ini diharapkan agar travel yang memberangkatan jemaah di atas dapat segera menghubungi KUHI KJRI Jeddah, menyelesaikan kasusnya dan menyegerakan proses pemulangan yg bersangkutan ke tanah air,” harap Dumyathi.
Sebagai pelengkap nomer-nomer perwakilan yg sudah ada yang dibroadcast saat kedatangan WNI di Saudi Arabia perlu broadcast nomer sms/wa/call center KUH. “Kami mohon para operator telpon selular Indonesia berkenan mencantumkan nomer sms/wa center KUH (+966503500017) dan call center (+966920013210) saat kedatangan WNI ke Saudi Arabia,” pinta Dumyathi.(adb,zky/kuh)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq January 16, 2018 17:44
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*