Inilah 5 Peningkatan Konsumsi Haji Indonesia di Makkah

Kurniawan
By Kurniawan March 13, 2017 12:39

Inilah 5 Peningkatan Konsumsi Haji Indonesia di Makkah

Jeddah (KUHI) – Setelah melakukan pertemuan dengan Konsul Jenderal RI Jeddah Mohammad Hery Saripudin kemarin (12/3), Tim Penyediaan Konsumsi Jemaah Haji Indonesia tahun 2017 adakan acara perdananya, yaitu Aanwijzing bagi perusahaan katering calon penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Makkah. Acara yang diadakan oleh tim tersebut dihadiri oleh Staf Teknis Haji I Ahmad Dumyathi Bashori yang sekaligus membuka jalannya acara.

Acara yang diadakan menjelang solat Ashar di Jeddah ini, mendapat sambutan luar biasa dari para pengusaha katering Arab Saudi, tidak kurang dari 100 perusahaan datang memenuhi Gedung Serbaguna (GSG) Teknis Haji KJRI Jeddah yang terletak di depan gedung Konsulat Iraq.

Ketua Tim Arsyad Hidayat Jurjanih sebagai pembicara menyampaikan terima kasihnya atas kedatangan para pemilik perusahaan katering beserta juru masaknya yang telah menyempatkan hadir. Dengan menggunakan bahasa Arab, Arsyad mengenalkan dirinya serta para anggota timnya satu persatu yang diteruskan dengan pemaparan mengenai konsumsi bagi jemaah Haji Indonesia.

Diawal pemaparannya, Arsyad menyampaikan bahwa kuota jemaah haji Indonesia pada tahun ini berjumlah sebanyak 221.000 jemaah haji. “Jemaah haji Indonesia tahun ini berjumlah 221.000 jemaah, yang akan kita berikan pelayanan katering sejumlah 204.000 jemaah”, ungkap Arsyad.

Lebih lanjut Arysad memaparkan bahwa Pelayanan Konsumsi di Makkah meliputi; Makan Siang, Makan Malam, Makan Selamat Datang, Makan Selamat Jalan dan Snack Pagi dengan waktu pendistribusian sebagai berikut, untuk Makan Siang pendistribusiannya dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00 siang waktu Arab Saudi, Makan Malam 16.30 sampai pukul 21.00 malam. Sedangkan Snack sarapan diberikan bersamaan dengan distribusi Makan Malam.

Selain itu, Arsyad juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini ada 5 peningkatan pelayanan konsumsi yang akan diterima jemaah haji Indonesia, yaitu; Pertama jumlah pelayanan konsumsi yang pada tahun lalu berjumlah 24 kali makan maka pada tahun ini berjumlah 26 kali makan termasuk Makan Selamat Datang dan Makan Selamat Jalan ditambah satu kali snack setiap pagi selama 13 hari selama di Makkah. Kedua meningkatkan kualitas cita rasa Indonesia pada produk makanan. Ketiga perubahan menu yang berpotensi basi terutama pada sayuran. Keempat memasukkan menu tempe/tahu (protein nabati) kedalam menu makan siang dan yang Kelima mewajibkan tenaga distribusi katering di hotel mampu berbahasa Indonesia atau Melayu.

Diakhir acara, Pembawa acara Asep Rohadian, Lc yang merupakan alumni Universitas Al Azhar Kairo memberikan kesempatan kepada peserta Aanwijzing untuk menyampaikan pertanyaan-pertanyaan seputar konsumsi jemaah haji Indonesia. Satu persatu penanya antusias melayangkan pertanyaannya. Tidak hanya pertanyaan, beberapa keluhan juga disampaikan para peserta.

Diantara keluhan yang disampaikan salah seorang peserta yang juga diamini oleh peserta lainnya adalah soal menu tempe/tahu. “Untuk menu tempe dan tahu, kami kesulitan memenuhi itu, dari pada nantinya kami mendapatkan teguran gara-gara tidak mampu memenuhi itu, kami mohon dipertimbangkan untuk mengubah menu tahu/tempe dengan menu lain”, imbuh salah satu peserta asal Indonesia.

Menanggapi hal itu, Arysad mengatakan bahwa dirinya beserta timnya akan membicarakan hal tersebut lebih lanjut. “Kami akan bahas lagi dan nantinya akan kami sampaikan hasilnya”, pungkas Arsyad. (akn/kuh)

Kurniawan
By Kurniawan March 13, 2017 12:39
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*