Ini Paparan Menag Tentang Progress Penyediaan Layanan JHI

iyan
By iyan April 24, 2018 20:33

Ini Paparan Menag Tentang Progress Penyediaan Layanan JHI

Mekkah (KUHI) – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin memaparkan progress penyediaan layanan Jemaah haji Indonesia, baik akomodasi, konsumsi maupun transportasi darat saat rapat koordinasi 3 Menteri berlangsung; Menag RI, Menko PMK dan Menkes, Senin (23/4) di Hotel Grand Al Asheel Aziziah Makkah.

Menurut Lukman, target akomodasi Madinah untuk seluruh Jemaah haji Indonesia tahun ini bisa menempati hotel-hotel yang berada di wilayah Markaziyyah. “akomodasi Jemaah Haji Indonesia di Madinah seluruhnya berada di Wilayah Markaziah” paparnya saat rapat koordinasi berlangsung.

Lebih jauh, Lukman menjelaskan bahwa penyediaan akomodasi Madinah saat ini menggunakan dua sistem penyewaan, ada hotel yang disewa dengan full musim dan ada juga yang disewa seperti tahun lalu dengan sistem blocking time. “total kapasitas hotel yang telah sepakat negosiasi sebanyak 112.088 kapasitas, dengan sewa full musim, adapun sewa blocking time masih dalam proses,” kata Lukman.

Terkait akomodasi Makkah, dia menyatakan bahwa penyediaan hotel Jemaah haji telah mencapai 99.89% dengan kapasitas 208.345 dari total kebutuhan sebanyak 208.567 jemaah yang tersebar di 7 wilayah; Jarwal, Raudhah, Syisyah, Mahbas Jin, Aziziah, Rei Bakhsy dan Misfalah dengan standar kualitas, harga dan jarak.

“Akomodasi jemaah haji Indonesia di Makkah mengacu pada standar kualitas, wilayah, jarak, administrasi dan harga serta memiliki kemudahan akses transportasi shalawat dan distribusi katering” katanya sebagaimana tertulis dalam paparan yang disampaikan saat rapat koordinasi (23/4).

Menag juga menjelaskan bahwa dalam rangka peningkatan pelayanan konsumsi ada empat point yang ditegaskan;

  • Penggunaan bumbu, kecap, saos, the dan kopi produk Indonesia
  • Mensyaratkan juru masak Indonesia yang mempunyai kompetensi/ bersertifikasi di bidang katering
  • Penyempurnaan dan penyesuaian menu konsumsi di Madinah dan Makkah
  • Rencana training juru masak perusahaan katering yang dikontrak

Ia menambahkan bahwa tahun ini, pelayanan konsumsi Jemaah haji di Makkah ditambah, sehingga menjadi 40 kali. “ tahun 2017 kita hanya memberikan layanan konsumsi Jemaah sebanyak 25 kali saat di Mekkah, namun tahun ini ditambah volumenya menjadi 40 kali makan,” ungkapnya saat rapat koordinasi berlangsung (23/4).

Pada kesempatan yang sama, Menag juga menyampaikan bahwa transportasi jemaah haji indonesia terbagi dalam tiga jenis layanan yang diberikan; transportasi antar kota, shalawat dan masyair. Peningkatan kualitas transportasi antarkota perhajian pada semua rute, sebagaimana yang telah dilaksanakan pada tahun 2017. Sementara transportasi shalawat diberikan untuk Jemaah yang yang menempati pemondokan pada wilayah dengan jarak ≥ 1.500 m dari Masjidil Haram.

Selain ketiga Menteri; Menko PMK, Menag dan Menkes RI, rapat koordinasi juga dihadiri oleh  Dubes RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Konsul Jenderal RI di Jeddah Mohamad Hery Saripudin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali, Staf Teknis Haji I Ahmad Dumyathi Bashori serta , Staf Teknis Haji II Amin Handoyo Mufid. (yan/kuh).

iyan
By iyan April 24, 2018 20:33
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*