Hari Ke Dua Orientasi, Kepala Bidang Pelayanan Paparkan Fasilitas Untuk Jemaah Haji

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq July 15, 2018 16:53

Hari Ke Dua Orientasi, Kepala Bidang Pelayanan Paparkan Fasilitas Untuk Jemaah Haji

Pembekalan hari kedua Masa Orientasi Tenaga Pendukung Haji 2018 dipadati dengan pemaparan persiapan tiga komponen utama  yang akan menjadi kunci sukses pelayanan kepada jemaah haji.

Kasubdit Akomodasi Ditjen PHU, Rudi Nurudin Ambary, yang menjadi salah satu narasumber, mengatakan, suksesnya pelaksanaan ibadah haji terletak pada tiga hal yang prinsip, yaitu akomodasi, konsumsi dan transportasi.

Mengingat pentingnya tiga hal itu, Rudi mengingatkan para petugas haji untuk memiliki informasi yang memadai dan juga kekompakan dalam operasional sehari hari sehingga jemaah haji dapat merasakan manfaat ketiga fasilitas itu secara maksimal.

Untuk akomodasi, katanya,  panitia telah menyewa  165 hotel di kota Mekkah dan Madinah yang dapat menampung 204.000 jemaah haji reguler selama musim haji tahun 2018.

Di kota Mekkah, hotel-hotel  tersebut tersebar di tujuh wilayah yaitu  Mahbaz Jin, Syisyah, Aziziyah, Roudhah, Misfalah, Jarwal, dan  Rebakhsy, jelas Rudi.

Ditambahkannya,  ada perbedaan cara menyewa hotel antara di Mekah dan Madinah. Bila di Mekah, pemerintah menyewa secara penuh selama musim haji. Sementara di Madinah, hotel disewa dengan pendekatan blocking time.

Dengan mengutamakan  kenyamanan jemaah haji, hotel-hotel yang dipilih harus memenuhi sejumlah kriteria kenyamanan Antara lain lobi luas, fasilitas sofa, televisi, lift dan  pendingin ruangan disetiap kamar.  Tim akomodasi, lanjut Rudi, telah menyiapkan akomodasi sejak tiga bulan lalu. Ini semua dilakukan untuk memastikan pelayanan akomodasi sesuai dengan kontrak yang disepakati.

“Saya berada di Arab Saudi sejak sebelum Ramadhan. Sudah tiga bulan di Arab Saudi. Meninggalkan keluarga dalam rangga khidmah kepada jemaah haji,” terangnya.

Secara keseluruhan hotel yang disiapkan pemerintah tersebut  adalah standar bintang tiga. Dalam setiap kamarnya, tidak boleh ditempati lebih dari 5 orang.

Untuk jarak antara penginapan dengan Masjidil Haram penginapan paling dekat jaraknya berkisar 700 meter. Sementara penginapan yang paling jauh dengan masjidil haram, jaraknya berkisar 4.400 meter.

Pada sesi selanjutnya, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi  Subhan Chalid menjelaskan transportasi jemaah haji indonesia terbagi dalam tiga jenis layanan yang diberikan; transportasi antar kota, shalawat dan masyair. Peningkatan kualitas transportasi antarkota perhajian pada semua rute, sebagaimana yang telah dilaksanakan pada tahun 2017. Sementara transportasi shalawat diberikan untuk Jemaah yang yang menempati pemondokan pada wilayah dengan jarak ≥ 1.500 m dari Masjidil Haram.

Dia menambah untuk rute bus sholawat tahun 2018 akan ada penambahan.

“Ada 12 rute, dengan penambahan Rei Bakhsy,” kata Subhan. Rute-rute yang dimaksud adalah Aziziyah Janubiyah, Aziziyah Syimaliyah, Aziziyah Syimaliyah 2, Syisya,  Syisya Raudhah, Jamarat,  Sisya 1, Syisya 2, Raudhah, Biban/Jarwal,  Misfalah, dan Rei Bakhsy.

Transportasi jemaah haji indonesia terbagi dalam tiga jenis layanan yang diberikan; transportasi antar kota, shalawat dan masyair. Peningkatan kualitas transportasi antarkota perhajian pada semua rute, sebagaimana yang telah dilaksanakan pada tahun 2017. Sementara transportasi shalawat diberikan untuk Jemaah yang yang menempati pemondokan pada wilayah dengan jarak ≥ 1.500 m dari Mesjid Haram.

Sementaran itu ketika menjelaskan tentang pelayanan konsumsi kepada jemaah haji, Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Ahmad Abdullah, mengatakan menu yang disuguhkan kepada jamaah haji, selalu mengutamakan kandungan gizi dan kesehatan.

“Untuk tahun ini menu ikan lebih banyak,” kata Abdullah dengan menambahkan perusahan catering yang telah dikontrak diwajibkan menyediakan menu masakan Indonesia termasuk tempe.

“Di Jeddah ini ada pabrik tempe besar. Bahkan pabrik tempe terbesar di dunia. Jadi tidak jauh-jauh cari tempe,” terangnya.

Selama berada di Mekkah, jemaah hati akan diberikan dua kali makan, siang dan malam. Ada juga makanan selamat datang atau selamat jalan, sehingga totalnya sebanyak 25 kali makan.
Sementara itu, untuk layanan katering di Madinah disediakan 2 kali makan, siang dan malam. Paling banyak jemaah haji Indonesia menerima 18 kali makan, termasuk 1 paket kelengkapan konsumsi snack dan air mineral tambahan (welcome drink).
Layanan katering juga diberikan di Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina) dan King Abdul Aziz International Airport. Layanan katering Armina akan dilakukan oleh 18 perusahaan (muta’ahidin) yang akan melayani 26 maktab dan muasasah Asia Tenggara yang akan melayani 46 maktab.
Di Arafah,  konsumsi diberikan sebanyak 4 kali makan (malam, pagi, siang, malam). Di Muzdalifah, ada 1 kali snack. Sedangkan di Mina, 11 kali makan (pagi, siang, malam) termasuk paket kelengkapan konsumsi dan air mineral tambahan.
Orientasi Tenaga Pendukung Haji Arab Saudi diikuti oleh 891 peserta yang terdiri dari unsur tenaga musim, tenaga pendukung kesehatan dan mahasiswa Indonesia yang belajar di sejumlah negara Timur Tengah. (Budi-DSuita/P-PPIH)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq July 15, 2018 16:53
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*