Dibalik Sukses Cita Rasa Nusantara

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq August 29, 2018 18:33

Dibalik Sukses Cita Rasa Nusantara

Ketika jemaah haji tengah tertidur lelap, Dadang Supratman beserta tiga petugas katering Daker Mekkah malah bersiap-siap melakukan visitasi ke sejumlah dapur katering yang memasak makanan jemaah, Rabu dini Hari (29/08/2018)
Jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari WAS ketika kendaraan yang membawa tim katering membelah langit kota Mekkah yang masih gelap itu.
Setibanya di lokasi perusahaan katering Al Ahmadi di daerah Batha Quraisy, Mekkah, Dadang berserta tim langsung bergerak menuju dapur.
Wajan-wajan raksasa dengan minyak panas didalamnya baru saja selesai dipakai menggoreng ikan patin.
Dadang mencicipi ikan patin goreng yang nantinya akan disajikan bersama saus asam manis dan nasi putih.
“Enak dan ikannya.matang, ujar Supratman sambil mengisi.kertas laporan.
Supratman mengatakan resep masakan yang digunakan Perusahaan Katering disusun oleh tim konsultan dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.
Susunan menu itu , katanya, kemudian diajukan kepada seksi Katering PPIH.
Setelah susunan menu lengkap beserta paduan resepnya disetujui, pihak Katering yang mendapat kontrak Kerja, harua mengirim juru masak mereka ke Bandung untuk mengikuti pelatihan khusus.
Perusahaan katering juga diwajibkan memakai bumbu-bumbu asli Indonesia.
Menurut Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis hal tersebut dimaksudkan agar cita rasa yang dihasilkan benar-benar cita rasa nusantara.
“Jadi bukan kari Indonesia dengan cita rasa masakan India.” kata Sri Ilham.
Selain mencicipi, petugas katering juga memeriksa pekerjaan di luar dapur. Petugas mencatat kualitas bahan makanan dan kebersihan dapur.
Ruang pendingin (freezer) tak luput dari inspeksi petugas. Memastikan bahwa bahan makanan beku yang digunakan tidak kadaluarsa.
Dituturkan Dadang ,yang juga staf pengajar di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, prosedur pengawasan dilaksanakan dalam rangka menjamin kualitas konsumsi.
Pengawasan itu meliputi proses produksi di dapur penyedia katering, proses packaging, distribusi, hingga konsumsi diterima jamaah haji.
Visitasi ke beberapa dapur katering yang dipilih secara random dilakukan rutin oleh petugas katering. Ada 36 perusahaan katering di Mekkah yang menyiapkan layanan makanan jemaah selama musim haji 2018.
Selama di Makkah, jamaah haji menerima makan 40 kali dalam 20 hari.
Usaha keras PPIH untuk menyajikan masakan bercita rasa nusantara menuai pujian.
Sejumlah jemaah haji menyampaikan rasa puas terhadap rasa dan kualitas masakan yang disajikan.
Ketua Kloter I Padang Yusron Lubis mengatakan masakan yang disajikan rasa seperti masakan rumahan.
“Rasanya enak. Hanya bagi saya orang Padang terasa kurang pedas saja,” “katanya.
Pujian juga disampaikan Lina Segarlina, jemaah haji asal kota Bandung dengan menambahkan selain rasa yang enak, porsinya juga pas, tidak terlalu banyak atau sedikit.
“Rasanya enak dan porsinya pas,”kata Segarlina yang tergabung dalam Kloter 36 JKS itu.
Ditempat terpisah jemaah haji Yuni Setianingsih asal Kloter 91 Solo menyampaikan apreasiasinya atas pelayanan katering yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia.
“Saya rasa petugas haji sukses menyediakan makanan yang rasanya seperti makanan rumahan,” katanya.
Pelayanan konsumsi, kata Setianingsih, termasuk pelayanan yang banyak dipuji rekan-rekan dikloternya.
“Alhamdulillah kami berterimakasih, layanan konsumsi memuaskan,” kata Setianingsih, ibu tiga orang anak itu.(dsuita/p-ppih)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq August 29, 2018 18:33
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*