BMP Masih Bermasalah, TUH KJRI Jeddah Kembali Melakukan Mediasi

iyan
By iyan April 2, 2018 17:54

BMP Masih Bermasalah, TUH KJRI Jeddah Kembali Melakukan Mediasi

Jeddah (KUHI) – Kantor Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah kembali melakukan mediasi jemaah umrah yang ditelantarkan oleh PT. Bumi Minang Pertiwi (BMP) Tours and Travel sebanyak 42 orang. Staf Teknis Haji I, Ahmad Dumyathi Bashori didampingi Satgas Penanganan Kasus Jemaah Umrah TUH KJRI menyambangi hotel tersebut untuk meninjau kondisi jemaah pada Ahad malam (1/4) pukul 21.00 di hotel Saif Al Tawbah Makkah.

“Alhamdulillah Jemaah sudah 4 hari di Mekkah semenjak malam jumat (29/3) di hotel Saif Al Tawbah, walaupun sebelumnya kami mengalami kesulitan ketika di Madinah, karena kami sempat ‘ditodong’ oleh mitra travel bmp inisial N yang meminta uang dua juta setengah perjemaah,” ungkap Arif Marsal selaku mutawwif rombongan jemaah umrah kepada Dumyathi (1/4).

Ia menambahkan bahwa N meminta uang tersebut untuk semua urusan selama di Madinah dan sampai Jeddah, namun Arif enggan memberikan uang tersebut dan diancam paspor akan ditahan.

“Setelah saya tidak memberikan uang tersebut, N kembali menghubungi saya dan bilang ke saya kalau dia salah sebut, N hanya perlu satu juta setengah saja. Saya tetap tidak kasih uangnya, karena nggak ada jaminan, jangan-jangan nanti hanya diambil uangnya saja. Namun demikian alhamdulillah paspor kami tetap keluar” ujarnya kembali.

Menanggapi hal itu, Ahmad Dumyathi menyarankan agar siapa saja yang meminta uang atas alasan tagihan bmp jangan digubris dan meminta untuk melaporkannya jika ada hal demikian. “Saya minta saat ini, semua yang mengatasnamakan bmp jangan digubris, laporkan kepada kita jika ada hal demikian,” tegas Dumyathi.

Dumyathi melanjutkan bahwa TUH KJRI Jeddah siap membantu mengkomunikasikan dan memediasi kepada pihak-pihak terkait Arab Saudi, seperti penanganan jemaah umrah bmp sebelumnya yang berhasil dipulangkan berkat komunikasi TUH KJRI Jeddah kepada Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, setelah sempat bus yang mengangkut 45 jemaah tersebut dihentikan di wilayah Bahrah dan diminta kembali ke kantor Perusahaan Rabithah Makkah, Jumat (30/3).

(baca juga : http://kantorurusanhaji.com/alhamdulillah-kami-sudah-check-in/)

Arif mengakui, bahwa rombongannya sudah mempunyai tiket sampai Riau, namun karena mereka akan tiba di Kuala Lumpur pukul 17.50 waktu setempat (3/4) dan harus berada di bandara kembali pukul  08.00 keesokan harinya, maka mereka butuh penginapan, sedangkan keuangan mereka menipis. Bahkan untuk bayar bis Mekkah ke bandara pun mereka belum melunasi.

Dumyathi menjelaskan bahwa TUH KJRI Jeddah tidak dapat membantu hal-hal yang bersifat finansial, karena pelaksanaan umrahnya bersifat business to business, sementara TUH tidak ada anggaran untuk penyelesaian pembayaran apapun terkait umrah.

“Kita akan melakukan mediasi dengan muassasah Shagadif untuk menyediakan bis kepulangan, agar Jemaah tidak lagi dibebankan pembayaran transportasi ke bandara, termasuk handling dan air zamzamnya. Jadi sisa uang Jemaah bisa dimanfaatkan saat di Kuala Lumpur nanti,” ujarnya kepada Arif (1/4). (yan/kuh)

iyan
By iyan April 2, 2018 17:54
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*