Amirul Hajj : Patuhi Jam “Haram” Jumrah

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq August 17, 2018 20:33

Amirul Hajj : Patuhi Jam “Haram” Jumrah

Jemaah haji diminta demi keselamatan diri masing-masing mematuhi jam “haram” melontar jumrah.
“Haram disini maksudnya bukan pengertian haram secara syar’i tapi dilarang semata-mata demi keselamatan diri, ” kata Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin saat berdialog dengan jemaah haji Indonesia di pemondokan No 414, Mekkah, Rabu (15/8/2018).

Pengaturan jam larangan jamarah ditentukan oleh Otoritas Haji Arab Saudi, kata Saifuddin yang juga Menteri Agama itu.
Langkah ini ditempuh untuk menjamin keamanan dan menghidari penumpukan jemaah di titik-titik tertentu, “katanya.

Jam “haram” melempar jumrah tersebut adalah sebagai berikut:
Pada tanggal 10 Dzulhijah, jemaah dilarang melempar jumrah jam 06:00 sampai 10:30 pagi waktu setempat.
Pada tanggal 11 Dzulhijah, jam terlarang berlaku mulai pukul 14:00 sampai dengan 16:00.
Pada tanggal 12 Dzulhijah mulai pukul 10:30 sampai 14:00 waktu setempat.

Pada kesempatan terpisah Kepala Satuan Operasi (Kasotop) Armina Jaetul Muchlis selain meminta jemaah mematuhi jam larangan jumrah juga menambahkan perlunya jemaah mengikuti rute yang direkomendasikan PPIH Arab Saudi.

“Pilih rute melempar jamarat yang telah direkomendasikan oleh petugas haji. Dijalur tersebut tersebar petugas dan posko kesehatan. sementara jalur lainnya tidak tersedia perlindungan petugas dan posko kesehatan, kata Muchlis.

Akan ada dua rute besar yang akan dilalui oleh jemaah haji Indonesia, yakni melalui Terowongan Muaishim untuk jemaah haji yang di Mina, dan melalui RS Mina Al Wadi kemudian menuju Jalan 206 sebelum ke Jamarat, untuk jemaah yang tinggal di Mina Jadid. (dsuita/P-PPIH)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq August 17, 2018 20:33
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*