Agenda Verifikasi Berkas Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Telah Dirampungkan

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq May 23, 2018 13:42

Agenda Verifikasi Berkas Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Telah Dirampungkan

Jeddah (KUH-KJRI) Proses rekrutmen tenaga pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun ini hampir selesai seluruhnya. Selasa 22 Mei kemarin panitia rekrutment secara resmi menutup prosses verifikasi berkas calon tenaga musim (temus) tersebut. Dalam proses verifikasi yang digelar selama 10 hari sejak tanggal 13 Mei lalu, telah diverifikasi berkas sekitar 95 persen dari total jumlah calon tenaga pendukung yang diterima.

Seperti yang disampaikan oleh koordinator tim rekrutmen tenaga pendukung PPIH Yan Fatchurrohman pada hari ke-2 (14/5) pelaksanaah verifikasi berkas tersebut, bahwa proses ferifikasi berjalan lancar dan rata-rata perhari verifikasi berkas mencapai sekitar 100 peserta. “Alhamdulillah proses verifikasi berjalan lancar. Di hari kedua ini total yang sudah melakukan verifikasi dari hasil data yang sudah dikumpulkan bersma teman-teman semua ada sekitar 139 peserta. Proses verifikasi dilakukan menggunakan sistem online”.

Pada proses verifikasi tersebut dilakukan pengecekan segala kelengkapan persyaratan. Termasuk memastikan peserta calon tenaga pendukung ini telah memasang aplikasi Bravo PPIH pada perangkat android mereka yang sesuai dengan spesifikasi. “Salah satu yang dilakukan dalam verifikasi tersebut  adalah setiap peserta harus memiliki hand phone (HP) android dengan kapasitas ram 2GB minimal dan kami sarankan menggunakan Android versi 5. Kemudian memastikan aplikasi bravo PPIH telah terpasang. Alhamdulillah sejauh pemantauan kami, saya selaku koordinator memastikan langsung dengan mengecek satu-persatu HP-nya termasuk aplikasi bravo PPIH sudah terpaang apa belum. Bahkan juga memastikan apakah sudah dilakukan update”, papar Yan.

Pada kesempatan yang sama, Yan juga menyampaikan tentang ketentuan tenggat waktu yang diberikan  kepada calon temus untuk melakukan verifikasi berkas. Karena dengan persiapan yang telah dilakukan, panitia diperkirakan mampu melakukan memproses verifikasi rata-rata 100 peserta perhari. “Untuk verifikasi kita hanya memberikan waktu 10 hari. Karena prediksi kita dalam satu hari bisa memproses 100 orang. Jadi kalu yang diterima itu sekitar 500 orang sebenarnya seminggu itu cukup. Namun kita masih melihat kondisi para peserta yang mungkin sibuk atau ada hal-hal yang sifatnya tidak bisa dipaksakan maka kita memberikan tenggang waktu selama 10 hari”, kata Yan.

Selain itu, Yan juga menyampaiakn tentang konsekwensi bagi para peserta bila tidak mnyelesaikan proses verifikasi berkas apabila melebihi tenggat waktu yang telah diberikan. “Seluruh peserta diminta untuk melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. Jika dalam tenggang waktu yang ditentukan itu mereka belum bisa melengkapi, maka sesuai dengan pengumuman yang kita edarkan mereka akan didiskualifikasi”, ujar Yan.

Dari proses pelaksanaan verifikasi tersebut, Yan mengaku masih ada kendala yang dihadapi panitia. Meskipun ketentuan verifikasi sudah dipublikasikan baik di website resmi KUH KJRI maupun di lini masa media sosial, masih ada calon peserta yang tidak siap saat menghadap panitia. “Sebenarnya kita sudah memberikan ketentuan-ketentuan pendaftaran ulang atau penyerahan berkas dalam pengumuman yang kita edarkan. Salah satunya yang pertama adalah ketika datang harus berpakaian rapi sesuai ketentuan karena ada sesi foto, yang kedua karena kita lembaga resmi, jadi kita ingin setiap peserta yang datang kesini dalam keadaan rapi. kemudian silahkan mengecek berkas-berkas yang ada dalam pengumuman apakah sudah dilengkapi apa belum. Kemudian yang mahasiswa harus mendapatkan surat izin dari kafil, dalam hal ini adalah universitas masing-masing. Walaupun bentuknya mungkin agak berbeda dengan yang mukimin, tapi tetap akan kita minta sebagai pertanggungjawaban atau tepatnya persetujuan dari universitas masing-masing bahwasanya mereka diizinkan untuk bergabung bersama kita.

Pada kesempatan lain, salah satu panitia verifikasi Hasyim Hilaby menyampaikan saat menjelang penutupan agenda verifikasi (22/5), bahwa masih ada beberpa peserta yang masih mengalami kendala dalam memenuhi kelengkapan persyaratan yang diminta oleh panitia. Selain itu juga ada beberapa peserta yang berhalangan hadir sehingga harus mewakilkan proses verifikasi dengan dilengkapi surat kuasa bermaterai. ”Diantara peserta yang melakukan verifikasi masih ada yang mengalami kendala. Diantaranya adalah surat izin kafil yang terlambat karena kafil sedang keluar negeri, atau beberapa peserta masih belum memiliki perangkat Android. Namun panitia telah memberikan tenggang waktu untuk segera menyelesaikan kekurangan tersebut, atau menerima konsekwensinya. Selain itu panitia juga menerima setidaknya 51 peserta yang proses verifikasinya diwakilkan, dan kita minta dilengkapi dengan surat kuasa bermaterai”, pungkas Hasyim kepada media KUH.(Zky/KUH)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq May 23, 2018 13:42
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*