Gigih Perjuangkan Amanah, Ketua Tim Penyiapan Akomodasi Perumahan Miliki Strategi Tersendiri

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq March 17, 2018 20:17

Gigih Perjuangkan Amanah, Ketua Tim Penyiapan Akomodasi Perumahan Miliki Strategi Tersendiri

Makkah (KUH-KJRI) Pergerakan tim penyiapan akomodasi di dua kota suci kini telah memasuki masa-masa krusial. Beberapa pemilik hotel telah mencapai tahap negosiasi, setelah proses administrative pada pendaftaran telah dilalui. Seperti yang dikatakan Rudi Ambary kepada tim media Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI saat itu (16/3), bahwa sudah ada 200 lebih penawaran hotel yang masuk. “Per hari ini, sudah lebih dari 200 hotel yang memasukkan penawaran. Dan ada sekitar 27 hotel yang telah pada tahap nego. Dua puluh hotel sudah deal tinggal nunggu kontrak, dan 7 lainnya masih proses nego”, terangnya.

Ketua tim penyediaan akomodasi perumahan ini juga menyampaikan, bahwa proses pengadaan perumahan ini adalah hal yang unik karena dilirik banyak orang (menarik minat banyak orang, red). Sehingga mengundang reaksi yang bermacam-macam dari berbagai pihak terutama penyedia hotel. “Yang saya anggap unik itu bahwa akomodasi ini kan sesuatu yang banyak dilirik atau yang banyak dilihat berbagai pihak, dalam hal ini yang saya maksud adalah orang-orang yang memiliki hotel atau pengusaha dibidang perhotelan baik sebagai pemilik maupun dia sebagai musta’jir atau sebagai penyewa. Sehingga kami juga harus lebih jeli lagi karena banyak orang-orang yang memberikan penawaran kepada kita. Sementara satu hotel itu bisa lebih dari satu orang yang menawarkan, jadi kita harus jeli, jangan sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan”.

Menjadi lebih menarik lagi, karena pihak penawar hotel tidak hanya dari pihak pemilik maupun musta’jir. Hanya dengan bermodalkan fotokopi tasrih (dokumen sertifikasi kelayakan gedung, red), pihak yang tidak ada hubungannya dengan pemilik maupun musta’jir pun sudah cukup percaya diri untuk ikut menawarkan. “Dan bahkan orang-orang yang bukan pemilik maupun musta’jir-pun ikut-ikutan mendaftarkan hotel, salah satunya dengan bermodalkan fotokopi tasrih saja”, ujar Rudi.

Kendatipun demikian, tim penyiapan perumahan untuk jemaah haji ini memiliki strategi tersendiri untuk menyelesaikan misi dan menghadapi tantangan di medan perburuan.”Tapi kami tim pengadaan akomodasi perumahan pada prinsipnya aman-aman aja. Kita silahkan, namanya orang mau daftar kita terima dengan terbuka, nanti kita akan melihat dan memverifikasi berkas-berkasnya. Kalau berkas-berkasnya layak untuk kita tindak lanjuti mala akan kami lihat lihat, dari sisi kapasitas, dari jumlah wilayah, pada wilayah yang strategis atu merupakan wilayah yang dilalui jalur bis solawat. Kita juga akan lihat dari penawaran harganya, bisa lebih murah dan sebagainya. Dan kita akan kawal dengan melakukan kasyfiyah awal, jadi melihat bagaimana sih hotelnya dengan mengacu kepada standar-standar yang kita miliki, baik standar jarak, standar kenyamanan, standar keamanan, standar harga, serta standar kualitasnya”, papar Rudi.

Tak hanya itu, Rudi pun memberikan perhatian khusus pada proses penerimaan penawaran. “Secara prinsip, kalau di pendaftaran saya sampaikan selama mereka bisa membawa berkas-berkas asli dan menunjukkannya kepada kita bisa jadi mereka adalah pemilik, atau bisa jadi dia musta’jir atau orang yang memang diberikan kepercayaan oleh pemilik gedung itu, sebab tidak mungkin barang asli (dokumen, red) berada di tangan orang lain, atau sembarangan”.

Dan ketika dikonfirmasi mengenai pencapaian targetnya pada periode ini, Kepala Subdirektorat Akomodasi Haji Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI ini mengaku optimis akan bisa mencapai hasil yang representative. “insyaAllah, kita merasa optimis untuk di daerah Makkah, bahwa kita akan mendapatkan hotel yang representative untuk Jemaah”, pungkasnya.(KUH/Zky)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq March 17, 2018 20:17
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*