562 Jemaah Ikut Program Tanazul

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq September 4, 2018 08:16

562 Jemaah Ikut Program Tanazul

Sebanyak 562 jemaah haji telah mengikuti program tanazul (kepulangan ke tanah air lebih awal dari jadwal) karena berbagai alasan.
“Prioritas diberikan kepada jemaah yang sakit., ” Kata Kepala Seksi Kepulangan dan kedatangan Daker Mekkah Wahyu Utomo, di Mekkah, Senin (13/9/2018).

Peluang untuk ditanazulkan juga diprioritaskan untuk jemaah haji yang pada saat keberangkatan ke tanah suci terpisah dari kloternya, kata Wahyu.

Hanya saja, ujarnya, beberapa jemaah yang sudah mengajukan permohonan tanazul, tetapi kemudian ditengah-tengah jalan membatalkannya.
“Banyak jemaah Gelombang I yamg terpisah dengan kloternya. Sudah mengajukan permohonan tanazul tetapi dibatalkan dengan alasan belum melaksanakan ibadah sunnah Arbain di Madinah,” tutur Wahyu.

Sejumlah petugas haji kloter juga mengajukan permohonan untuk pulang lebih cepat karena alasan pekerjaan.
“Bisa atau tidaknya ikut tanazul juga tergantung ‘seat’ pesawat yang tersedia,”kata Wahyu.
Sementara itu menjelang berakhirnya pemulangan jemaah haji Gelombangn I, jumlah jemaah yang wafat mencapai 253 orang.

Mayoritas jemaah meninggal berada di wilayah Mekah dengan.perincian156 jemaah laki-laki dan 97 sisanya jemaah wanita.
Merujuk pada data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Senin (3/9/2018), rincian 253 jemaah yang meninggal itu adalah 180 jemaah wafat di Mekkah, 31 di Madinah, 8 di Arafah, 6 di Muzdalifah, 24 di Mina, dan sisanya atau 4 jemaah wafat di Daker Bandara.

Jumlah yang meninggal tersebut masih lebih rendah dibanding saat penyelenggaraan haji pada 2017, yang total keseluruhan mencapai 657 orang.

Fase pemulangan. Gelombang I haji regular dijadwalkan berakhir Minggu pagi (9/9/2018), bertepatan dengan pemulangan perdana gelombang kedua dari Madinah.(dsuita/p-ppih)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq September 4, 2018 08:16
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*