Lengkapi Fasilitas Perumahan Jemaah Haji, KUH Pasang Stiker Berbahasa Indonesia

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq July 9, 2018 21:07

Lengkapi Fasilitas Perumahan Jemaah Haji, KUH Pasang Stiker Berbahasa Indonesia

Makkah (KUH – KJRI) Setelah agenda penyiapan akomodasi telah dirampungkan, sebagai “finishing” salah satu bentuk pelayanan kepada jemaah haji kita adalah tim yang di bentuk Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah melakukan pemasangan stiker tanda petunjuk berbahasa Indonesia.  Ya, karena hotel yang disewa untuk pemondokan jemaah haji Indonesia berada di Makkah Arab Saudi, bisa dipastikan rata-rata menggunakan tanda petunjuk dengan bahasa Arab atau bahasa Inggris. Kondisi tersebut mungkin akan menyulitkan bagi sebagian jemaah kita, terutama yang belum terbiasa dengan penggunaan bahasa asing tersebut.

Penyiapan akomodasi bagi jemaah haji kita ketika melaksanakan ibadah haji, tentunya juga dengan harapan fasilitas-fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Karena hotel yang telah disiapkan untuk jemaah haji boleh dikatakan rata-rata sudah standar internasional dan menerapkan teknologi yang cukup canggih. Namun dengan kondisi perbedaan bahasa yang digunakan bisa jadi akan menjadi kendala, namun bukan tak teratasi. Kendala tersebut menjadi pemicu kreatifitas bagi KUH KJRI Jeddah untuk membuat tanda petunjuk dengan bahasa Indonesia sehingga diharapkan dapat mempermudah jemaah.

Jarak antara penyelesaian pengadaan akomodasi perumahan dengan kedatangkan jemaah haji kloter pertama tidaklah terpaut waktu yang lama. Sehingga tim pemasangan stiker tanda petunjuk ini dituntut untuk bisa bekerja efektif  dan efisien karena target waktu penyelesaiannya kurang dari 1 bulan. Seperti yang di sampaikan oleh Staft Teknis Haji (STH) 1 Ahmad Dumyathi Bashori dalam rapat koordinasi tim pemasanagn stiker (24/6), “We are running on the flow of the time, kita tidak ada kesempatan banyak lagi, kecuali harus berlari untuk menyelesaikan tugas kita. Pelaksanaan ini akan kita ringkas yang mestinya 30 hari akan kita percepat menjadi 20 hari. Dalam 20 hari itu kita harap bisa selesai. Maka kerjanya harus benar-benar maraton”.

Sesuai dengan data dari pelaksanaan riil pengadaan akomodasi perumahan jemaah haji oleh Subdirektorat Akomodasi Haji untuk di daerah Makkah, ada 164 hotel yang akan digunakan dan tersebar di 7 wilayah sekitar masjid Al Haram kota Makkah. Posisi pemondokan tersebut berada wilayah Mahbaz Jin, Syisyah, Aziziyah, Roudhah, Misfalah, Jarwal, dan  Rebakhsy. “Kita sekarang mengelola akomodasi haji di 7 wilayah. Tahun kemarin ada 6 wilayah, dan tahun ini bertambah 1 wilayah lagi di Reybakhsy”, kata Ahmad Dumyathi pada rapat koordinasi tim pemasangan stiker tersebut.

Memasang stiker tanda petunjuk untuk hotel-hotel tersebut yang total kapasitasnya mencapi 208 ribu lebih jemaah bukanlah hal yang sederhana. Dengan kapasitas besar dan tersebar di beberapa wilayah di kota yang ramai tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelaksana. Sehingga memang dibutuhkan kerja yang efektif dan efisien mengingat tenggat waktu penyelesaian yang relative tidak lama. “Dan yang menjadi catatan untuk kegiatan kita kali ini adalah kita harus bisa bekerja secara efektif. Untuk itu kita harus bisa berkomunikasi dengan baik antara satu dengan yang lain. Kemudian pelaksanaan ini akan ada PIC atau ketua pelaksananya, yang akan mengkoordinir dan me-manage bagaimana pekerjaan ini dapat didistribusikan secara baik ke seluruh anggota tim”, himbau Ahmad Dumyathi.

Untuk menghadapi medan tantangan tugas tersebut, Ahmad Dumyathi mengerahkan segenap karyawan KUH KJRI untuk melaksanakan kegiatan ini secara maksimal. Untuk mencapai mencapai target dan waktu yang tersedia, seluruh karyawan baik karyawan PPIH dan Dipa diarahkan untuk berkoordinasi dalam perencanaan pelaksanaan tugas tersebut. “Tenaga yang kita kerahkan adalah semu tenaga yang ada di staft kita. Staf PPIH ataupun staf Dipa akan kita libatkan semua dalam proses penempelan stiker ini”, terang Ahmad Dumyathi dalam kesempatan koordinasi bersama tim pemasangan stiker.

Dalam pelaksanaan agenda tersebut, koordinasi dan perencanaan yang telah dilakukan terbukti membuakhan hasil. Dari laporan secara berkala yang disajikan oleh Saiful Rachman ketua pelaksana teknis pemasangan stiker, diperoleh rata-rata 5000 lebih kapasitas perhari. Dan menjelang hari ke-20 dari estimasi waktu yang teredia, pemasangan stiker pun sudah mencapai 90 persen lebih. “Alhamdulillah pada hari ke tiga pelaksanaan pemasangan ini (27/6) telah diperoleh 16000 lebih kapasitas. Tim yang telah terkoordinasi bisa berjalan dengan kompak, insya Allah kita akan dapat menyelesaikan tugas ini sesuai dengan target”, pungkas Syaiful. (Zky/KUH)

Zaky Mubaraq
By Zaky Mubaraq July 9, 2018 21:07
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*